Selasa, 15 Sep 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Beranda › Hiburan
Hiburan

14 Budaya Kalimantan Barat yang Indah dan Unik

✍️ Rian Haryanto 🕒 15 Sep 2026 👁️ 1x dibaca
Ilustrasi: 14 Aspek Budaya Kalimantan Barat yang Indah dan Unik
Ilustrasi: 14 Aspek Budaya Kalimantan Barat yang Indah dan Unik Foto: Ilustrasi AI

Kalimantan Barat kaya akan tradisi, tarian, rumah adat, hingga kuliner yang memukau. Artikel ini merangkum 14 aspek budaya unik yang wajib kamu ketahui saat menjelajahi provinsi ini.

Kalbarbagus.com - Empat belas aspek kebudayaan Kalimantan Barat menawarkan kekayaan tradisi yang memukau, mulai dari tarian sakral hingga kuliner unik yang menggugah selera.

Provinsi ini menyimpan warisan leluhur Suku Dayak serta akulturasi budaya yang menghasilkan identitas khas.

Beberapa harga yang disebutkan dalam artikel ini merupakan gambaran per September 2026 dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Tari Monong/Manang

Tari Monong atau Manang merupakan tarian sakral yang berasal dari Suku Dayak di Kalimantan Barat.

Tarian ini berfungsi sebagai ritual penyembuhan, penolak, dan penangkal penyakit yang biasanya dipimpin oleh dukun setempat.

Penari mengenakan pakaian adat Dayak dengan hiasan manik-manik, didominasi warna merah dan hitam yang melambangkan keberanian dan perlindungan.

Tari Jonggan

Tari Jonggan adalah tarian pergaulan yang populer di kalangan Suku Dayak Kalimantan Barat.

Gerakan tarian ini menggambarkan ekspresi kebahagiaan dan rasa syukur kepada Tuhan atas berkat yang telah diberikan.

Tarian ini cocok bagi mereka yang ingin menyaksikan kegembiraan komunal dan ekspresi syukur masyarakat Dayak.

Rumah Radakng

Rumah Radakng terletak di Pontianak dan merupakan rumah panjang tradisional Suku Dayak Kanayatn terbesar di Indonesia.

Bangunan ini menjadi ikon budaya Kalimantan Barat, terbuat dari kayu ulin gelondongan besar dengan panjang bisa mencapai 300 meter.

Rumah Radakng melambangkan persatuan dan kebersamaan masyarakat Dayak yang tinggal di dalamnya.

Rumah Betang

Rumah Betang adalah rumah panjang berbentuk panggung dengan atap tinggi yang banyak ditemukan di berbagai kabupaten Suku Dayak seperti Kapuas Hulu dan Sintang.

Dibangun dari kayu ulin, rumah ini dapat menampung hingga ratusan orang atau beberapa keluarga dalam satu atap.

Ketinggiannya yang mencapai 3-5 meter berfungsi untuk menghindari banjir, sekaligus mencerminkan kehidupan komunal yang diatur oleh hukum adat khusus.

Pakaian Adat King Baba dan King Bibinge

Pakaian adat King Baba untuk laki-laki dan King Bibinge untuk perempuan adalah busana tradisional Suku Dayak di Kalimantan Barat.

Secara tradisional, pakaian ini terbuat dari kulit kayu ampuro atau kapuo yang dipipihkan hingga lunak.

King Baba berbentuk rompi tanpa lengan, sementara King Bibinge dilengkapi penutup dada dan kain bawahan, keduanya dihiasi ornamen khas Dayak yang terinspirasi alam.

Upacara Gawai Dayak

Upacara Gawai Dayak adalah ritual adat terbesar dan paling populer bagi Suku Dayak di Kalimantan Barat, sering kali berpusat di Rumah Radakng Pontianak.

Perayaan tahunan ini, biasanya pada bulan Mei, adalah bentuk rasa syukur kolektif kepada Jubata atas hasil panen padi yang melimpah.

Acara ini juga menjadi momen silaturahmi akbar yang dimeriahkan dengan lomba kesenian daerah, tari tradisional, dan pameran kerajinan tangan.

Upacara Naik Dango

Upacara Naik Dango adalah ritual tahunan Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat, dilaksanakan setiap tanggal 27 April setelah masa panen padi.

Upacara ini merupakan bentuk syukur untuk menghormati Sang Pencipta atas berkah hasil panen.

Puncak acara ditandai dengan prosesi membawa seikat padi hasil panen ke dalam dango, atau lumbung padi tradisional.

Alat Musik Sape

Sape adalah alat musik petik berdawai yang mirip gitar, terbuat dari kayu, dan merupakan warisan Suku Dayak di Kalimantan Barat.

Alat musik ini berfungsi dalam upacara adat dan kesenian, secara tradisional dimainkan oleh pria.

Sape menghasilkan melodi yang khas, cocok bagi mereka yang ingin mendalami kekayaan musik tradisional Dayak.

Anyaman Sok

Anyaman Sok merupakan kerajinan tangan masyarakat Dayak, khususnya dari Desa Mekar Raya, Kabupaten Ketapang.

Produk ini dibuat dari hutan bukan kayu seperti rotan, bemban, dan bambu, menghasilkan tas, pembungkus botol minuman, dan raga' (keranjang).

Harga produk anyaman Sok berkisar antara Rp50.000 hingga Rp300.000.

Tikar Bidai

Tikar Bidai adalah tikar anyaman khas Suku Dayak di Kabupaten Landak, terbuat dari rotan kecil dan kulit kayu.

Tikar ini dikenal kuat dan tahan lama, bahkan saat sering terkena air dan panas matahari.

Tikar Bidai digunakan sebagai alas duduk, alas tidur, perlengkapan rumah tangga, hingga dalam upacara adat seperti Naik Dango, serta menjadi komoditas ekspor.

Kain Tenun Sambas

Kain Tenun Sambas berasal dari daerah Sambas, dikenal dengan motif khas seperti pucuk rebung dan serong mawar.

Beberapa kain tenun ini ditenun menggunakan benang emas, menambah keanggunan dan nilai seni. Kopiah tenun Sambas, salah satu produknya, dibanderol sekitar Rp125.000 hingga Rp150.000.

Bubur Pedas

Bubur Pedas adalah hidangan bubur tradisional yang unik dari Sambas dan Pontianak.

Bubur ini memiliki rasa kaya rempah dan pedas, dibuat dari beras yang dimasak lembut dengan bumbu khas seperti kunyit, serai, jahe, dan cabai, serta berbagai sayuran.

Hidangan ini cocok bagi penggemar kuliner yang mencari cita rasa autentik dan berani.

Sotong Pangkong

Sotong Pangkong adalah hidangan seafood populer di Pontianak, berupa sotong atau cumi yang telah dikeringkan. Sotong ini kemudian dibakar dan dipukul-pukul hingga pipih, lalu disajikan dengan kuah sambal kacang yang pedas dan gurih. Makanan ini pas untuk pencinta seafood yang ingin mencoba olahan cumi dengan sensasi rasa berbeda.

Lempok Durian

Lempok Durian dari Pontianak sering disebut dodol durian khas daerah tersebut, namun dibuat hampir seluruhnya dari daging durian asli.

Tanpa banyak tambahan tepung, lempok ini memiliki tekstur padat dengan rasa durian yang kuat dan tahan lama.

Oleh-oleh ini adalah pilihan tepat bagi penggemar durian yang mencari penganan manis khas.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update