Pemerintah Indonesia Gandeng Tiongkok Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
kalbarbagus.com – Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama bilateral dengan Tiongkok untuk meningkatkan kapasitas produksi pertanian nasional. Salah satu fokus utama kolaborasi tersebut adalah pengembangan bawang putih guna mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan impor.
Kerja sama ini dibahas dalam pertemuan Menteri Pertanian Indonesia Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu di Beijing, Senin (2/11/2026). Hasil pertemuan tersebut disampaikan Kementerian Pertanian pada Rabu (4/11/2026).
Amran menegaskan, kemitraan dengan Tiongkok harus memberikan manfaat nyata bagi pembangunan sektor pertanian Indonesia. Kerja sama kedua negara diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan, tetapi juga meningkatkan kemampuan produksi dalam negeri.
Salah satu perhatian pemerintah adalah tingginya ketergantungan terhadap bawang putih impor. Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan bawang putih Indonesia masih dipenuhi dari pasokan Tiongkok.
Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan produksi bawang putih nasional melalui dukungan teknologi, penyediaan benih, mekanisasi, dan pembangunan kawasan produksi.
Pemerintah Dorong Pengembangan Bawang Putih Nasional
Dalam pembahasan bilateral tersebut, Amran mengusulkan kerja sama pengembangan bawang putih dari hulu hingga hilir. Upaya itu meliputi penyediaan benih berkualitas, penerapan teknologi budidaya, penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pembentukan klaster produksi di Indonesia.
Menteri Pertanian Tiongkok Zhang Zhu menyampaikan dukungan terhadap upaya Indonesia meningkatkan produksi komoditas tersebut. Tiongkok juga membuka ruang pembahasan teknis lebih lanjut terkait teknologi produksi dan metode penanaman.
Pemerintah berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman kedua negara dapat membantu meningkatkan produktivitas bawang putih di dalam negeri.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri secara bertahap.
Modernisasi Pertanian Melalui Teknologi
Selain pengembangan komoditas pangan, Indonesia dan Tiongkok membahas pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung transformasi sektor pertanian.
Amran mendorong kerja sama dalam bidang mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta penggunaan peralatan modern untuk meningkatkan efisiensi produksi.
Tiongkok menawarkan penguatan penelitian dan pembahasan teknis, termasuk pemanfaatan drone tanpa awak serta robot pertanian. Tiongkok juga menyatakan kesiapan mengoordinasikan delegasi perusahaan untuk menjajaki peluang investasi di Indonesia.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat modernisasi pertanian dan meningkatkan produktivitas sektor pangan nasional.
Kerja Sama Pertanian Diperluas ke Komoditas Unggulan
Agenda pertemuan bilateral juga mencakup pengembangan sejumlah komoditas lain, seperti kelapa, kopi, dan durian. Kerja sama diarahkan untuk memperluas akses pasar, menjaga kualitas produk, serta meningkatkan nilai tambah hasil pertanian Indonesia.
Dalam bidang investasi, Amran menawarkan peluang kepada perusahaan Tiongkok untuk mengembangkan industri pengolahan di kawasan khusus yang telah disiapkan pemerintah. Sektor yang ditawarkan meliputi industri kelapa dan produk turunannya, rumput laut, serta industri vaksin untuk pertanian.
Sementara itu, Zhang menyampaikan rencana pembentukan kelompok kerja atau working group untuk membahas kerja sama komoditas kopi, kakao, dan kelapa sawit.
Kedua negara juga membicarakan peluang peningkatan perdagangan produk susu serta penelitian gandum untuk mendukung kebutuhan dalam negeri Indonesia.
Perkuat Ketahanan Pangan dan Industri Nasional
Pemerintah berharap kemitraan dengan Tiongkok dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi, pengembangan teknologi, serta investasi di sektor pertanian.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk memperkuat industri pengolahan agar komoditas pertanian Indonesia memiliki nilai tambah lebih besar.
Khusus bawang putih, tindak lanjut pembahasan teknis menjadi tahapan penting untuk mendorong realisasi pengembangan produksi di dalam negeri.
Melalui kolaborasi bilateral ini, pemerintah berupaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memenuhi kebutuhan komoditas pertanian secara mandiri.
