Desa Rawan Karhutla di Kayong Utara Direncanakan Mendapat Bantuan Alat Pemadam
kalbarbagus.com – Desa-desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara direncanakan mendapat dukungan peralatan pemadam melalui anggaran penanganan karhutla yang dikelola BPBD setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, mengatakan sekitar Rp10 miliar masih berada di rekening BPBD dan direncanakan untuk pengadaan sarana dan prasarana penanganan kebakaran.
“Yang masih ada di rekening BPBD itu sekitar sepuluh miliar. Itu peruntukannya untuk sarpras,” tambahnya.
Menurut Fathul, kebutuhan peralatan di tingkat desa menjadi perhatian karena perlengkapan pemadaman dinilai masih terbatas. Peralatan yang direncanakan untuk dibagikan mencakup mesin, selang, dan alat pelindung diri (APD).
“Kita punya rencana pembelian sarpras itu akan kita bagikan ke desa-desa yang terdampak karhutla gitu ya. Sarpras seperti mesin, selang, terus juga ada APD gitu ya,” lanjutnya.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari penanganan karhutla yang didukung hibah pemerintah pusat senilai Rp20 miliar. Dana tersebut telah ditransfer ke Rekening Kas Umum Daerah Kayong Utara pada 9 September 2026.
Berdasarkan hasil reviu, sekitar Rp15 miliar ditetapkan untuk penanganan karhutla. Dari alokasi tersebut, Rp5 miliar telah direalisasikan untuk operasional lintas instansi dan kebutuhan pendukung di lapangan.
Fathul menjelaskan dana tahap awal turut mendukung kegiatan Dinas Kesehatan, Satpol PP, dan pihak kecamatan. Alokasi untuk Dinas Kesehatan disebut sekitar Rp1,6 miliar, sedangkan rincian bagi instansi lainnya tidak disampaikan.
“Lima miliar itu ya, dinkes kita hitung-hitung satu koma berapa miliar, satu koma enam miliar kalau nggak salah. Satpol PP, Kecamatan, honor-honor kawan-kawan untuk operasional ya. Jadi juga untuk mereka membeli alat. Sesuai dengan RKB ya, nah itu sekitar lima miliar,” kata Fathul, saat dikonfirmasi media Kayong Informasi, Kamis (08/10/2026).
Untuk penyalurannya, BPBD merencanakan pemberian peralatan melalui skema hibah kepada desa.
“Nanti mekanismenya karena di desa selama ini yang kita lihat kan sarpras kurang, kita drop ke sana. Dalam bentuk hibah lah gitu kan,” tutupnya.
