Rabu, 04 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Banjir Lahar Semeru Gerus Tiga Sabo Dam, Kementerian PU Siapkan Alat Berat

✍️ Winda Sari 🕒 04 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak pada sejumlah infrastruktur pengendali aliran sungai. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alat berat, personel, dan material untuk mendukung penanganan darurat setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.
Banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak pada sejumlah infrastruktur pengendali aliran sungai. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alat berat, personel, dan material untuk mendukung penanganan darurat setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman. Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Banjir lahar dingin Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, berdampak pada sejumlah infrastruktur pengendali aliran sungai. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan alat berat, personel, dan material untuk mendukung penanganan darurat setelah kondisi di lokasi dinyatakan aman.

Banjir lahar terjadi pada Senin (2/11/2026) dini hari setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru. Berdasarkan laporan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, curah hujan mencapai 134,6 milimeter selama periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.30 WIB.

Tingginya curah hujan menyebabkan debit sungai meningkat dan membawa material vulkanik dari kawasan gunung. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah bangunan infrastruktur sumber daya air terdampak.

Hasil pemeriksaan awal Kementerian PU menemukan tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik. Bangunan tersebut merupakan bagian dari proyek VDRRSL S4 KD 3.

Selain itu, tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung dilaporkan mengalami pengikisan atau scouring akibat derasnya aliran lahar.

Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, Satgas Penanggulangan Bencana BBWS Brantas telah mengevakuasi personel dan peralatan proyek dari kawasan yang berpotensi membahayakan.

Kepala BBWS Brantas, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa pihaknya menyiapkan alat berat dan material penanganan untuk mendukung respons darurat.

Namun, pekerjaan fisik belum dapat dilakukan karena kondisi lapangan masih dinilai berbahaya.

Pemantauan Sungai Regoyo

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Sungai Regoyo di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali, Wilayah Sungai Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Meski aliran air di sungai tersebut dilaporkan telah surut, potensi peningkatan debit masih harus diwaspadai. Curah hujan di kawasan Gunung Semeru yang masih tinggi dapat memicu aliran lahar susulan.

Kementerian PU melalui BBWS Brantas terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru. Pemantauan dilakukan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi cuaca, serta kemungkinan peningkatan debit sungai.

Inventarisasi kerusakan juga masih berlangsung untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan di setiap titik terdampak.

Setelah situasi dinyatakan aman, BBWS Brantas akan mengerahkan alat berat, personel tanggap darurat, serta material yang diperlukan untuk penanganan infrastruktur.

Semeru Masih Berstatus Siaga

Di tengah upaya penanganan dampak banjir lahar, Gunung Semeru masih berada pada Level III atau Siaga berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Masyarakat diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak.

Di luar kawasan tersebut, warga juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Wilayah itu berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Kewaspadaan juga diperlukan di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.

Kementerian PU mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi PVMBG dan arahan petugas di lapangan. Warga juga diminta tidak mendekati aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, terutama ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update