BP BUMN dan Danantara Siapkan Kawasan Industri Tekstil Terintegrasi
kalbarbagus.com – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama Danantara menyiapkan pengembangan ekosistem industri tekstil nasional yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Pengembangan dalam satu kawasan tersebut ditargetkan dapat menghidupkan kembali industri tekstil sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan pembangunan ekosistem terintegrasi diperlukan agar rantai industri tekstil dapat berkembang secara menyeluruh.
“Kita maunya kan dari hulu ke hilir. Nanti kita bangun ekosistem itu dalam satu kawasan yang terintegrasi,” ujar Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Menurutnya, pengembangan industri tekstil tidak hanya berorientasi pada penguatan sektor manufaktur, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.
Dony menilai, kebangkitan industri tekstil berpotensi membuka kesempatan kerja dalam jumlah besar. Karena itu, investasi pada sektor ekonomi riil menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas.
Ia menyebut Danantara siap mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem tersebut melalui investasi dan peran sebagai induk yang mendukung pelaku industri tekstil.
Dony juga mengajak para pelaku usaha tekstil untuk memperkuat kerja sama serta menyampaikan berbagai persoalan regulasi yang perlu dibenahi pemerintah.
“Teman-teman di industri tekstil harus kompak. Silakan, kapan kita berdiskusi, apa regulasi yang mesti kita perbaiki oleh pemerintah. Nanti kami Danantara ikut berinvestasi sebagai induknya untuk mengayomi teman-teman di tekstil,” katanya.
Dukungan terhadap rencana tersebut turut disampaikan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurizal. Ia mengapresiasi kesediaan Danantara untuk terlibat dalam upaya mengembangkan kembali industri tekstil nasional.
Cucun menilai besarnya pasar domestik dapat menjadi peluang bagi industri tekstil untuk tumbuh kembali. Namun, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, DPR, Danantara, dan para pelaku usaha.
“Saya ini terus terang, saya appreciate Pak Dony dan Danantara sudah mau masuk menjadi induk yang proteksi terhadap dunia tekstil,” ujar Cucun.
Melalui pengembangan ekosistem terintegrasi dan dukungan investasi, industri tekstil nasional diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur sekaligus menciptakan lebih banyak peluang kerja.
