112.849 Pelaku Usaha Ditetapkan sebagai Penerima Banpres Rehabilitasi UMKM
kalbarbagus.com – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menargetkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Rehabilitasi Usaha Mikro bagi pelaku usaha terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat rampung sebelum Desember 2026.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban pelaku usaha mikro agar dapat kembali menjalankan kegiatan ekonomi setelah terdampak bencana.
“Targetnya adalah menyelesaikan distribusi Banpres sebelum Desember, sesuai arahan Presiden melalui Ketua Satgas. Bantuan ini bertujuan meringankan beban pengusaha mikro agar dapat melanjutkan aktivitas ekonomi,” ujar Maman dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Hingga 28 Oktober 2026, sebanyak 48 dari 50 kabupaten/kota terdampak telah mengusulkan 206.466 calon penerima bantuan. Setelah melalui verifikasi dan pemadanan data dengan sejumlah kementerian serta lembaga, pemerintah menetapkan 112.849 penerima untuk tahap pertama.
Rinciannya, sebanyak 70.296 penerima berasal dari Aceh, 25.491 dari Sumatera Utara, dan 17.062 dari Sumatera Barat.
Maman menjelaskan, proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada pelaku usaha yang memenuhi persyaratan. Pemeriksaan meliputi validitas nomor induk kependudukan (NIK), status sebagai aparatur sipil negara (ASN) maupun anggota TNI/Polri, serta kepemilikan kredit usaha.
Pemerintah masih membuka kesempatan bagi 87.151 usaha mikro lainnya untuk memenuhi kuota penerima bantuan. Pemerintah daerah diminta segera melengkapi dan memperbaiki usulan tahap kedua paling lambat 2 November 2026.
“Masih terbuka kesempatan bagi 87.151 usaha mikro lainnya untuk memenuhi kuota penerima. Kami mengajak pemerintah daerah segera melengkapi dan memperbaiki usulan Tahap II paling lambat 2 November 2026,” kata Maman.
Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro yang terdampak bencana dan tidak sedang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit perbankan lainnya.
Pemerintah Siapkan Program Pemulihan UMKM
Selain bantuan langsung, Kementerian UMKM menyiapkan tiga program pendukung pemulihan usaha, yakni bantuan alat produksi, pemberdayaan UMKM dan wirausaha, serta pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit.
Untuk bantuan alat produksi, pemerintah mengalokasikan anggaran Rp2,6 miliar guna merevitalisasi Rumah Produksi Bersama komoditas nilam di Kabupaten Aceh Tamiang serta menyediakan 11 unit alat dan mesin produksi.
Program pemberdayaan UMKM dan wirausaha memperoleh alokasi Rp11,2 miliar untuk menjangkau 12.386 pelaku usaha. Kegiatannya meliputi peningkatan kapasitas produksi, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), fasilitasi kemitraan, hingga perluasan akses pasar dan pembiayaan KUR.
Sementara itu, pendampingan melalui Klinik UMKM Bangkit mendapat alokasi Rp3,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menghadirkan delapan unit klinik dengan dukungan 32 tenaga pendamping di wilayah terdampak.
Secara keseluruhan, Kementerian UMKM mengalokasikan anggaran Rp618,88 miliar pada 2026 untuk mendukung pemulihan 212.386 UMKM dan wirausaha di tiga provinsi tersebut.
Target penerima terdiri atas 118.630 UMKM di Aceh, 51.883 UMKM di Sumatera Utara, dan 41.873 UMKM di Sumatera Barat.
“Pemerintah hadir untuk memastikan setiap pengusaha UMKM terdampak dapat kembali membuka usaha, berproduksi, dan memperoleh penghasilan. Pemulihan UMKM dan wirausaha di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan,” ujar Maman.
Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah berharap pelaku usaha mikro terdampak bencana dapat kembali berproduksi, memulihkan pendapatan, dan melanjutkan kegiatan usahanya.
