Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

Bank Mandiri Gandeng 2.300 UMKM Kuliner Lewat Fitur Livin’ Food

✍️ Winda Sari 🕒 31 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Bank Mandiri menghadirkan Livin’ Food
Bank Mandiri menghadirkan Livin’ Food Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kuliner mendapat peluang memperluas pasar melalui pemanfaatan platform digital. Salah satunya lewat fitur Livin’ Food yang dikembangkan Bank Mandiri dalam aplikasi Livin’ by Mandiri.

Layanan tersebut menghubungkan konsumen dengan berbagai merchant makanan dan minuman, mulai dari usaha kuliner skala UMKM hingga merek yang telah dikenal luas. Pemesanan sekaligus pembayaran dapat dilakukan langsung melalui satu aplikasi.

Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, mengatakan pengembangan Livin’ Food merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui digitalisasi.

Menurutnya, platform digital dapat membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kami melihat digitalisasi sebagai sarana bagi pelaku UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan mengembangkan usahanya. Melalui Livin’ Food, kami ingin memudahkan nasabah memesan makanan sekaligus membantu merchant memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen,” ujar Jan, Jumat (30/10/2026).

Sudah Gandeng Lebih dari 2.300 Merchant

Pada tahap awal pengembangan, Livin’ Food telah bekerja sama dengan lebih dari 2.300 merchant kuliner. Mayoritas mitra tersebut merupakan pelaku UMKM.

Bank Mandiri berencana memperluas jaringan kerja sama agar semakin banyak usaha kuliner di berbagai daerah dapat memanfaatkan layanan tersebut.

Dengan jumlah pengguna Livin’ by Mandiri yang mencapai puluhan juta, merchant memiliki peluang memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Potensi jangkauan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan visibilitas usaha dan membuka kesempatan memperoleh pelanggan baru.

Dukungan kepada merchant juga mencakup skema biaya transaksi yang kompetitif serta akses terhadap fasilitas pembiayaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, sistem transaksi digital yang diterapkan dirancang untuk meminimalkan risiko pesanan fiktif dengan dukungan mekanisme keamanan berlapis.

Nasabah Bisa Bayar Tanpa Isi Saldo Dompet Digital

Tidak hanya memberikan kanal pemasaran bagi pelaku usaha, Livin’ Food juga menawarkan kemudahan transaksi bagi konsumen.

Nasabah dapat membayar pesanan menggunakan rekening tabungan maupun Mandiri Kartu Kredit. Dengan pilihan tersebut, pengguna tidak perlu mengisi saldo dompet digital terlebih dahulu untuk menyelesaikan pembayaran.

Bank Mandiri juga menyediakan opsi pemanfaatan Livin’ Poin untuk memperoleh potongan harga ketika bertransaksi.

Jan menyebut pengembangan layanan digital diarahkan untuk menciptakan manfaat bagi seluruh pihak dalam ekosistem, baik nasabah maupun mitra usaha.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan berharap pelaku UMKM dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas, sementara konsumen memiliki lebih banyak pilihan produk kuliner.

Pengguna Livin’ by Mandiri Capai 42,6 Juta

Pengembangan Livin’ Food turut memperluas fungsi Livin’ by Mandiri sebagai aplikasi yang mengintegrasikan layanan keuangan dan kebutuhan gaya hidup.

Berdasarkan data per September 2026, jumlah pengguna terdaftar Livin’ by Mandiri mencapai 42,6 juta orang.

Sepanjang Januari hingga September 2026, aplikasi tersebut mencatatkan 4,2 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.863 triliun. Secara tahunan, jumlah transaksi tumbuh 22 persen, sedangkan nilai transaksinya meningkat 20 persen.

Bank Mandiri menyatakan pengembangan layanan digital akan terus berorientasi pada pengalaman nasabah. Berbagai kebutuhan, mulai dari menabung, transaksi, pembiayaan, investasi, hingga layanan gaya hidup, dikembangkan dalam satu ekosistem aplikasi.

Jan menegaskan perusahaan akan terus memperluas kerja sama dengan mitra dan pelaku UMKM agar produk lokal semakin mudah terhubung dengan kebutuhan konsumen.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat akses pasar dan daya saing usaha kecil, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis digital.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update