Karang Taruna Kalbar Bidik Internet Gratis Desa dan Beasiswa Satu Desa Satu Mahasiswa
kalbarbagus.com – Karang Taruna Kalimantan Barat mulai memperkuat peran generasi muda melalui berbagai kegiatan sosial dan rencana program pemberdayaan masyarakat. Sejumlah agenda disiapkan, mulai dari dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pemerataan akses internet desa, hingga advokasi beasiswa bagi mahasiswa.
Rencana tersebut disampaikan Ketua Karang Taruna Kalbar, Ezi, bersama Ketua Karang Taruna Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah, dalam program bincang RONDA di RRI Pro 2 Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Keduanya menilai Karang Taruna kini semakin berkembang sebagai wadah partisipasi sosial yang melibatkan generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Di Kabupaten Kubu Raya, Juliansyah mengatakan kepengurusan Karang Taruna yang baru dibentuk secara definitif pada September 2026 langsung terlibat dalam kegiatan sosial. Salah satunya membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.
Melalui posko yang diberi nama Posgar, para anggota menyalurkan kebutuhan logistik berupa air minum dan makanan bagi relawan yang bertugas melakukan pemadaman kebakaran.
Menurut Juliansyah, pemanfaatan media sosial juga menjadi bagian penting dalam menjalankan kegiatan organisasi. Publikasi melalui Instagram tidak hanya digunakan untuk menyampaikan aktivitas, tetapi juga sebagai bentuk keterbukaan kepada para donatur mengenai bantuan yang telah disalurkan.
Transparansi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendorong lebih banyak anak muda bergabung menjadi relawan secara sukarela.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kalbar, Ezi, menyoroti persoalan ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Ia menilai pemerataan infrastruktur dan fasilitas pendidikan perlu menjadi perhatian bersama.
Untuk mendukung upaya tersebut, Karang Taruna Kalbar tengah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan instansi terkait mengenai rencana penyediaan akses internet gratis di desa-desa.
Program tersebut ditargetkan dapat direalisasikan secara bertahap pada 2028 hingga 2029. Keberadaan jaringan internet nantinya diharapkan dapat mendukung kegiatan pendidikan, termasuk pembelajaran jarak jauh melalui fasilitas konferensi video.
Selain akses internet, Karang Taruna Kalbar juga sedang menggodok program advokasi beasiswa bertajuk “Satu Desa Satu Mahasiswa”. Program ini diarahkan untuk memperluas kesempatan generasi muda dari desa dalam memperoleh pendidikan tinggi.
Ezi menilai pelaksanaan berbagai agenda tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak. Karena itu, Karang Taruna mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, media massa, serta pelaku usaha lokal.
Ia menegaskan bahwa organisasi kepemudaan harus mengutamakan kerja nyata dan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Sekecil apa pun langkah kita, Karang Taruna harus terus bergerak dan menciptakan dampak nyata, tanpa perlu obral janji yang muluk-muluk. Bekerjalah sesuai dengan kapasitas yang kita miliki, namun pastikan hal itu benar-benar bermanfaat dan dirasakan langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat,” ujar Ezi.
Melalui berbagai agenda tersebut, Karang Taruna Kalbar berharap dapat memperkuat keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kegiatan sosial.
