Pontianak Masuk 10 Besar Nasional Transformasi Digital Terbaik 2026
kalbarbagus.com – Kota Pontianak berhasil masuk 10 besar pemerintah daerah dengan tata kelola transformasi digital terbaik kategori kota se-Indonesia dalam ajang Gadjah Mada Digital Transformation Governance Index (GM-DTGI) Awards 2026.
Pencapaian tersebut sekaligus menempatkan Pontianak sebagai daerah dengan tata kelola transformasi digital terbaik di Kalimantan Barat.
Penghargaan yang diselenggarakan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) itu diserahkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, kepada Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).
Edi mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan atas upaya pemerintah kota dalam mengembangkan sistem pemerintahan berbasis digital. Meski demikian, menurutnya, capaian itu bukanlah tujuan akhir dari transformasi digital.
Pemerintah Kota Pontianak, lanjut Edi, akan terus memperkuat integrasi layanan agar masyarakat memperoleh akses pelayanan administrasi dan informasi pemerintahan yang lebih mudah, cepat, serta responsif.
“Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat transformasi digital. Bukan sekadar melihat semakin banyak aplikasi yang dibangun pemerintah, tetapi pelayanan menjadi lebih cepat, mudah, dan responsif,” jelasnya.
Ia juga menilai perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dapat menjadi peluang untuk meningkatkan efektivitas kerja pemerintahan.
Teknologi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pelayanan informasi publik, pengolahan data, serta mendukung produktivitas aparatur. Analisis berbantuan AI juga dapat membantu pemerintah menyusun kebijakan dalam menangani persoalan perkotaan, seperti inflasi, kemacetan, sampah, genangan air, hingga perencanaan pembangunan.
Edi berharap penghargaan GM-DTGI dapat menjadi sarana evaluasi bagi pemerintah daerah dalam mengukur kemajuan transformasi digital. Ia juga mendorong adanya pendampingan dari perguruan tinggi melalui kajian, rekomendasi kebijakan, peningkatan kompetensi aparatur, dan pertukaran praktik baik.
Pemkot Pontianak Kelola 167 Aplikasi dan Situs Pemerintah
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pontianak, Syamsul Akbar, menjelaskan capaian tersebut didukung pengembangan infrastruktur dan ekosistem digital di lingkungan pemerintah kota.
Saat ini, pusat data atau data center Pemkot Pontianak telah menampung 167 aplikasi dan situs web milik pemerintah daerah. Infrastruktur tersebut menjadi salah satu penunjang operasional layanan elektronik di berbagai perangkat daerah.
Selain itu, portal Satu Data Kota Pontianak telah mengelola lebih dari 3.000 dataset. Data tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan, pemantauan, serta pengambilan keputusan pembangunan.
“Melalui Satu Data, kita ingin pengelolaan informasi antarperangkat daerah semakin tertata. Data yang tersedia tidak hanya dikumpulkan, tetapi harus dapat dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan dan evaluasi program pembangunan,” jelas Syamsul.
Pemkot Pontianak juga mengembangkan sejumlah platform digital untuk memudahkan masyarakat mengakses layanan pemerintahan. Salah satunya aplikasi JePin atau Jendela Pontianak Integrasi yang menyediakan informasi dan layanan publik, termasuk harga komoditas serta akses CCTV kota.
Di samping itu, pemerintah kota memanfaatkan SP4N-LAPOR! sebagai saluran pengaduan masyarakat dan aplikasi SRIKANDI untuk mendukung pengelolaan persuratan serta arsip pemerintahan secara elektronik.
Syamsul menegaskan, capaian GM-DTGI 2026 menjadi dorongan bagi Diskominfo dan seluruh perangkat daerah untuk memperkuat integrasi aplikasi, pengelolaan data, serta kualitas pelayanan berbasis elektronik.
Ke depan, optimalisasi sistem yang telah tersedia menjadi salah satu perhatian agar berbagai layanan pemerintahan dapat saling terhubung dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Dengan dukungan infrastruktur, data, dan platform digital tersebut, Pemkot Pontianak diharapkan mampu melanjutkan transformasi digital yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga menghasilkan pelayanan publik yang semakin efektif.
