Jumat, 06 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Solusi Kebutuhan Air Minum Pontianak dan Sekitarnya: PDAM Tirta Khatulistiwa Dorong SPAM Regional

✍️ Rian Haryanto 🕒 06 Nov 2026 👁️ 0x dibaca
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Muhammad Zulhiyardi memberikan keterangan pers saat konferensi pers di Kantor Perumdam Tirta Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/11/2026).
Direktur Pelayanan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Muhammad Zulhiyardi memberikan keterangan pers saat konferensi pers di Kantor Perumdam Tirta Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (5/11/2026). Foto: ANTARAFOTO

PONTIANAK — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Pontianak secara konsisten mendorong percepatan realisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional. Langkah strategis ini diambil sebagai pertimbangan utama dalam menjamin ketahanan serta perluasan jangkauan distribusi air bersih, tidak hanya bagi masyarakat Kota Pontianak tetapi juga untuk wilayah hinterland sekitarnya, khususnya Kabupaten Kubu Raya.

Inisiatif penguatan infrastruktur air bersih ini menjadi krusial mengingat pesatnya pertumbuhan penduduk dan berkembangnya kawasan pemukiman maupun industri di perbatasan wilayah. Skema SPAM Regional dinilai sebagai solusi paling adaptif dan berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan kapasitas produksi jaringan eksisting sekaligus mengantisipasi potensi krisis air minum di masa mendatang.

Upaya kolaboratif lintas daerah ini terus dimatangkan melalui koordinasi intensif antara pihak pengelola air minum, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan tingkat provinsi. Integrasi sistem antara Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya diharapkan mampu menciptakan efisiensi pengolahan dan distribusi air minum baku secara komprehensif.

Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa, Ardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal proyek strategis daerah ini agar dapat segera terwujud dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

"SPAM Regional ini sangat penting untuk memperkuat keandalan pasokan air minum, tidak hanya untuk Pontianak tetapi juga wilayah sekitarnya seperti Kubu Raya yang saling terhubung secara geografis dan kebutuhan," ujar Ardiansyah.

Ardiansyah menjelaskan bahwa penyedia air bersih di wilayah perkotaan saat ini dihadapkan pada tantangan yang kian kompleks. Peningkatan jumlah pelanggan yang signifikan setiap tahunnya menuntut penambahan debit air secara berkala. Tanpa adanya dukungan infrastruktur berskala regional, daya dukung kapasitas produksi lokal dikhawatirkan akan mengalami penurunan keandalan dalam jangka panjang.

Kehadiran SPAM Regional dirancang untuk mengoptimalkan potensi sumber air baku yang ada di Kalimantan Barat secara efisien. Dengan pengolahan berteknologi terintegrasi, pasokan air yang dihasilkan tidak hanya meningkat dari segi kuantitas dan tekanan distribusi, tetapi juga terjaga dari segi mutu standar kesehatan air minum.

Selain masalah kuantitas, faktor teknis seperti intrusi air asin pada musim kemarau panjang kerap menjadi kendala klasik pengolahan air bersih di daerah aliran sungai. Melalui integrasi jaringan SPAM Regional, alternatif pengambilan air baku dapat dimaksimalkan dari titik lokasi yang lebih aman dan bebas dari dampak pasang surut air laut.

Wacana pembangunan SPAM Regional ini juga mendapatkan tanggapan positif dari jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Sinergi antara dua wilayah tetangga ini dipandang sebagai momentum emas dalam menyelesaikan persoalan ketersediaan air bersih di daerah-daerah perbatasan yang selama ini belum terjangkau jaringan perpipaan secara optimal.

Bupati Kubu Raya menyambut baik kolaborasi lintas batas administrasi tersebut demi memberikan pelayanan dasar yang layak dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Kami sangat mendukung rencana SPAM Regional ini karena ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan mendasar masyarakat. Kerjasama antar daerah seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah pelayanan publik di wilayah perbatasan," ungkap Bupati Kubu Raya.

Kerja sama inter-regional ini mencakup berbagai tahapan krusial, mulai dari penyelarasan perencana teknis (Detail Engineering Design), pembebasan lahan untuk penempatan pipa transmisi utama, hingga pembagian porsi investasi serta pengelolaan operasional bersama. Kejelasan pembagian peran antara Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjadi kunci utama percepatan pelaksanaan fisik di lapangan.

Dari sisi ekonomi daerah, kepastian pasokan air bersih melalui SPAM Regional diyakini akan memberikan dampak multiplier effect yang positif. Keberadaan jaringan air bersih yang handal menjadi salah satu syarat utama masuknya investasi di bidang properti, perhotelan, perdagangan, hingga industri pengolahan di kawasan perkotaan dan penyangganya.

Masyarakat di kawasan perbatasan Pontianak–Kubu Raya yang selama ini bergantung pada air hujan atau sumur dangkal berpotensi besar mendapatkan akses perpipaan resmi. Hal ini sejalan dengan target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pemenuhan akses air minum aman dan sanitasi layak bagi seluruh rakyat Indonesia.

PDAM Tirta Khatulistiwa berharap seluruh proses administrasi, studi kelayakan, dan kesepakatan pembiayaan bersama dapat dirampungkan dalam waktu dekat. DUKUNGAN penuh dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat juga diharapkan dapat mempercepat pengalokasian anggaran APBN untuk konstruksi jaringan induk.

Langkah progresif yang didorong oleh PDAM Tirta Khatulistiwa ini menjadi bukti nyata komitmen BUMD dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Integrasi SPAM Regional tidak sekadar mengenai pembangunan fisik jaringan pipa, melainkan wujud tanggung jawab sosial dan wawasan jangka panjang dalam menjaga ketahanan sumber daya air bagi generasi masa depan di Kalimantan Barat.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update