2.000 Peserta Ramaikan Slow Jogging 2,55K Pontianak, Pemkot Siapkan Perluasan CFD
kalbarbagus.com – Sebanyak 2.000 orang mengikuti kegiatan Slow Jogging Pontianak 2,55K yang digelar di Kota Pontianak, Minggu. Kegiatan ini menjadi ajang kampanye untuk mendorong masyarakat membiasakan olahraga ringan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, olahraga tidak harus dilakukan dengan aktivitas berintensitas tinggi. Menurutnya, kebiasaan bergerak secara rutin, termasuk berjalan kaki dan jogging santai, sudah menjadi langkah sederhana untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Melalui kegiatan seperti slow jogging ini, kita ingin semakin banyak masyarakat yang gemar berolahraga. Tidak harus olahraga berat, yang penting rutin bergerak, sehat, dan bisa menikmati suasana kota bersama-sama,” ujar Edi di Pontianak.
Kegiatan tersebut mengambil titik awal dan akhir di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan Kantor PMI Kota Pontianak. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kota Pontianak.
Edi menilai jumlah peserta yang mencapai sekitar 2.000 orang menunjukkan meningkatnya ketertarikan masyarakat terhadap olahraga rekreatif. Aktivitas semacam ini dinilai mudah diikuti berbagai kelompok masyarakat tanpa membutuhkan persiapan khusus.
Pemkot Pontianak Dorong Penambahan Kawasan CFD
Untuk mendukung kebiasaan hidup aktif, Pemerintah Kota Pontianak berupaya memperbanyak ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga.
Salah satu rencana yang disiapkan adalah menambah kawasan Car Free Day (CFD) di sejumlah wilayah. Selama ini, Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga warga, terutama pada Minggu pagi.
Kawasan tersebut dimanfaatkan untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, sekaligus menjadi tempat masyarakat berinteraksi.
“Kita ingin kawasan Car Free Day ini semakin banyak, tidak hanya terpusat di Ahmad Yani. Dengan semakin banyak ruang yang bisa dimanfaatkan, masyarakat juga punya lebih banyak pilihan tempat untuk berolahraga,” kata Edi.
Ia menjelaskan, pengembangan CFD akan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, kemudahan akses, dan kebutuhan warga.
Pemkot Pontianak juga berharap dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, terutama di kawasan Pontianak Timur dan Pontianak Utara. Peningkatan tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan ruang terbuka hijau serta kawasan aktivitas publik.
Menurut Edi, fasilitas olahraga tidak harus selalu berbentuk stadion atau lapangan dengan standar pertandingan. Taman lingkungan yang dilengkapi sarana olahraga sederhana, jalur pejalan kaki, dan lintasan jogging juga dapat menjadi pilihan untuk mendorong masyarakat lebih aktif.
"Kalau di taman-taman ada fasilitas olahraga, masyarakat akan lebih mudah tergerak untuk beraktivitas. Jadi kita akan terus meningkatkan kualitas dan menambah sarana prasarana olahraga, baik yang berstandar maupun yang sifatnya rekreasi," katanya.
Olahraga Massal Berpeluang Gerakkan UMKM
Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan olahraga yang melibatkan banyak orang juga dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat.
Edi menyebut keramaian di ruang publik dapat menciptakan peluang usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner dan jasa.
Ia mencontohkan aktivitas di kawasan CFD Jalan Ahmad Yani setiap akhir pekan. Selain menjadi tempat warga berolahraga, kawasan tersebut turut menghidupkan kegiatan perdagangan.
"Kita bisa melihat setiap Minggu di kawasan Car Free Day Ahmad Yani, begitu banyak masyarakat yang turun untuk berolahraga. Di saat yang sama, ekonomi juga bergerak. Inilah yang kita harapkan," kata dia.
Pemkot Pontianak berharap kegiatan olahraga rekreatif dan pengembangan ruang publik dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya memperoleh ruang untuk menjaga kebugaran, tetapi juga mendapatkan lingkungan kota yang lebih aktif dan produktif.
