Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Cetak Generasi Muda Melek Media, Kantor Berita ANTARA Biro Kalimantan Barat Gelar Pelatihan Jurnalistik

✍️ Rian Haryanto 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Kepala Biro ANTARA Kalbar (tengah) dan jajaran beserta peserta Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 melakukan foto bersama usai pembukaan pelatihan di Kantor ANTARA Biro Kalbar
Kepala Biro ANTARA Kalbar (tengah) dan jajaran beserta peserta Pelatihan Jurnalistik ANTARA 2026 melakukan foto bersama usai pembukaan pelatihan di Kantor ANTARA Biro Kalbar Foto: ANTARAFOTO

Pontianak — Langkah strategis dalam memperkuat literasi media dan ekosistem pers yang sehat kembali digaungkan di bumi Borneo. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA Biro Kalimantan Barat secara resmi menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bertajuk Pelatihan Jurnalistik bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membekali generasi muda dengan fondasi teknis, pemahaman kode etik, serta keterampilan praktis dalam memproduksi karya jurnalistik yang kredibel, akurat, dan sesuai dengan standar industri media massa profesional saat ini.

Pelaksanaan program ini menjadi momentum penting di tengah gempuran arus informasi digital yang bergerak sangat cepat, di mana batasan antara informasi valid dan disinformasi sering kali menjadi kabur. Sebagai kantor berita nasional yang memegang peranan vital sebagai pilar informasi publik, ANTARA Biro Kalimantan Barat merasa memiliki tanggung jawab moral serta institusional untuk turun tangan langsung mengedukasi masyarakat, khususnya segmen terpelajar seperti mahasiswa. Melalui kolaborasi dan transfer pengetahuan langsung dari para jurnalis berpengalaman, peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah berita diverifikasi, ditulis, disunting, hingga disebarluaskan kepada masyarakat luas dengan memegang teguh prinsip-prinsip independensi dan cover both sides.

Pemilihan mahasiswa sebagai target utama program ini bukan tanpa alasan mendalam. Generasi muda di bangku perguruan tinggi dikenal sebagai agen perubahan (agent of change) sekaligus kelompok demografi yang paling masif dalam mengakses maupun membagikan konten melalui berbagai platform digital. Dengan membekali mereka kerangka pikir jurnalistik yang matang, diharapkan para mahasiswa tidak sekadar menjadi konsumen pasif informasi di media sosial, melainkan bertransformasi menjadi produsen konten cerdas yang mampu menyaring disinformasi, menangkal berita bohong (hoaks), serta menyuarakan isu-isu konstruktif yang berdampak positif bagi kemajuan pembangunan daerah di Kalimantan Barat.

Urgensi Pelatihan Jurnalistik di Era Disrupsi Digital

Dinamika media massa mengalami transformasi yang sangat radikal dalam satu dekade terakhir. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) serta masifnya penggunaan media sosial membuat siapa saja dapat mempublikasikan informasi secara instan tanpa melalui proses verifikasi yang ketat. Kondisi semacam ini melahirkan fenomena post-truth atau pasca-kebenaran, di mana emosi dan keyakinan subjektif sering kali lebih mendominasi daripada fakta objektif.

Melihat tantangan global tersebut, kehadiran program pembekalan jurnalistik yang diinisiasi oleh ANTARA Biro Kalimantan Barat ini menawarkan solusi konkret di tingkat lokal. Para peserta tidak hanya diberikan teori dasar mengenai teknik peliputan berita (news gathering) seperti teknik wawancara narasumber dan penulisan teras berita (lead), tetapi juga didorong untuk memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Kepekaan ini krusial agar karya jurnalistik yang mereka hasilkan memiliki nilai substansial, bukan sekadar sensasi untuk mendulang jumlah penonton atau klik semata.

Lebih lanjut, dunia kampus sering kali menjadi laboratorium sosial tempat berbagai gagasan kritis tumbuh subur. Ketika potensi kritis mahasiswa ini disalurkan melalui jalur jurnalistik yang benar dan taat pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), maka produk tulisan atau laporan investigatif yang mereka buat baik untuk pers mahasiswa maupun media independen akan menjadi instrumen kontrol sosial yang sangat efektif. Hal ini sejalan dengan komitmen jangka panjang lembaga pers dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal maupun nasional.

Kurikulum Komprehensif dan Praktik Lapangan

Dalam sesi pelatihan yang diselenggarakan, materi yang diberikan disusun secara komprehensif mulai dari tingkat dasar hingga tahap simulasi peliputan di lapangan. Para peserta mendapatkan paparan mendalam mengenai anatomi berita, teknik penulisan menggunakan prinsip piramida terbalik yang efektif, etika penyiaran, hingga teknik verifikasi fakta (fact-checking) yang ketat guna memastikan kebenaran data sebelum sebuah informasi layak dilempar ke ruang publik.

Tidak hanya berhenti pada teori di dalam ruangan, para pemateri dari jurnalis senior ANTARA juga membagikan pengalaman nyata serta studi kasus dari berbagai liputan lapangan yang menantang. Interaksi dua arah antara pemateri dan mahasiswa terlihat sangat dinamis, di mana para peserta antusias mengajukan berbagai pertanyaan kritis seputar dinamika kerja media di era konvergensi, strategi menghadapi narasumber yang tertutup, hingga cara mengemas isu-isu lokal agar mendapatkan perhatian pembaca nasional.

Pendekatan partisipatif ini diyakini mampu merangsang kepercayaan diri mahasiswa untuk mulai menulis dan mendokumentasikan berbagai peristiwa penting yang ada di sekitar lingkungan kampus maupun daerah mereka. Keterampilan menulis yang terstruktur rapi dan objektif merupakan aset berharga yang tidak hanya berguna bagi mereka yang bercita-cita berkarier sebagai wartawan profesional, tetapi juga sangat relevan di berbagai bidang profesi modern lainnya yang membutuhkan kemampuan komunikasi dan analisis data yang kuat.

Komitmen Berkelanjutan untuk Mencerdaskan Bangsa

Inisiatif yang digalakkan oleh Perum LKBN ANTARA Biro Kalimantan Barat ini mendapatkan apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi dan pengelola lembaga pendidikan tinggi setempat. Program pelatihan semacam ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak kampus di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Barat.

Melalui sinergi yang kuat antara lembaga pers nasional dan dunia pendidikan tinggi, optimisme untuk melahirkan generasi muda yang cerdas, berintegritas, serta cakap secara literasi digital akan semakin terbuka lebar. Kontribusi nyata ANTARA dalam memupuk budaya jurnalistik yang sehat di kalangan mahasiswa membuktikan bahwa upaya mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi yang akurat dan mendidik akan selalu menjadi komitmen yang tak pernah surut di tengah arus zaman yang terus berubah.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update