Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Gubernur Kalbar Dorong Penanaman Pohon Produktif di Lahan Bekas Terbakar untuk Pemulihan Ekonomi dan Ekologi

✍️ Rian Haryanto 🕒 02 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata Pantai Kura-Kura Beach, Kabupaten Bengkayang
Gubernur Kalbar Ria Norsan melakukan kegiatan penanaman pohon di kawasan wisata Pantai Kura-Kura Beach, Kabupaten Bengkayang Foto: ANTARAFOTO

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengambil langkah proaktif dalam mengatasi ancaman kerusakan ekologis akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut. Melalui pendekatan yang memadukan aspek konservasi ekosistem dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, pemangku kebijakan tertinggi di provinsi ini menginisiasi gerakan penghijauan kembali. Fokus utama dari program ini adalah mengoptimalkan fungsi lahan-lahan tidur atau area yang sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat amukan si jago merah agar kembali berfungsi secara ekologis sekaligus mendatangkan nilai tambah ekonomi bagi warga sekitar.

Langkah strategis tersebut diwujudkan secara nyata melalui aksi penanaman bibit pohon di kawasan yang rentan serta area bekas musibah kebakaran. Dengan melibatkan berbagai unsur mulai dari jajaran pemerintah daerah, unsur forum koordinasi pimpinan daerah, hingga masyarakat setempat, gerakan ini dirancang bukan sekadar seremonial belaka. Pendekatan yang digunakan berorientasi jangka panjang, di mana tanaman yang dipilih bukan hanya jenis tanaman keras untuk penghijauan hutan semata, melainkan juga varietas tanaman produktif yang kelak dapat dimanfaatkan hasilnya oleh warga pemilik lahan.

Inisiatif ini mencuat sebagai respons atas tingginya kerentanan wilayah-wilayah tertentu terhadap bencana kekeringan dan kebakaran musiman. Di beberapa kabupaten yang menjadi titik rawan, pemulihan vegetasi tanah menjadi prioritas mendesak guna mengembalikan cadangan air tanah, memperbaiki struktur tanah yang rusak akibat panas ekstrem, serta mencegah erosi. Dengan mengubah fungsi lahan bekas terbakar menjadi kawasan yang ditanami komoditas produktif, pemerintah berharap masyarakat memiliki insentif ekonomi langsung untuk menjaga dan merawat tanaman tersebut dari potensi kebakaran susulan.

Dalam arahannya saat memimpin langsung kegiatan penanaman di salah satu lokasi terdampak karhutla, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan pentingnya mengubah cara pandang masyarakat terhadap penanggulangan bencana lingkungan. Beliau menekankan bahwa upaya pelestarian alam harus dibangun atas dasar kesadaran kolektif yang berkelanjutan, bukan sekadar respons reaktif pasca-bencana terjadi. Penekanan ini menyasar pada pentingnya membangun ketahanan ekengkologi lokal yang mandiri dan berdaya tahan tinggi terhadap ancaman perubahan iklim global yang kian nyata dirasakan dampaknya di berbagai penjuru daerah.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merawat dan mengawasi kawasan rawan kebakaran. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat lokal memegang kunci utama keberhasilan mitigasi jangka panjang. Ketika warga diberikan ruang untuk mengelola lahan tersebut dengan tanaman yang bernilai ekonomis, rasa kepemilikan dan tanggung jawab penjagaan terhadap kelestarian lingkungan akan tumbuh secara alami. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah provinsi untuk mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan ekonomi masyarakat akar rumput.

"Alam harus kita jaga bersama. Jangan hanya melakukan penghijauan setelah terjadi kebakaran, tetapi bagaimana kita membangun kesadaran agar lingkungan tetap terpelihara dan tidak kembali rusak," ujar Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa paradigma penanganan karhutla di Kalimantan Barat kini telah bergeser dari sekadar pemadaman dan penindakan hukum menuju pencegahan berbasis pemberdayaan masyarakat. Strategi ini dinilai jauh lebih efektif karena menyentuh akar permasalahan sosial dan ekonomi yang kerap menjadi pemicu pembukaan lahan dengan cara-cara yang merusak lingkungan. Dengan memberikan alternatif pemanfaatan lahan yang aman, legal, dan bernilai ekonomis tinggi, siklus kerusakan lingkungan akibat kebakaran diharapkan dapat diputus secara permanen.

Dampak positif dari program penanaman pohon produktif ini diproyeksikan akan dirasakan dalam beberapa tahun ke depan, seiring dengan tumbuh kembangnya tanaman yang disebar di berbagai titik strategis. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau perkembangan program ini serta memperluas cakupannya ke wilayah-wilayah lain yang memiliki riwayat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Melalui sinergi yang kuat antara kebijakan pemerintah, dukungan TNI/Polri, serta kesadaran masyarakat yang semakin meningkat, masa depan lingkungan Kalimantan Barat yang lebih hijau, sehat, dan produktif diyakini akan dapat segera terwujud demi kesejahteraan generasi mendatang.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update