Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Aksi Heroik Bocah Pontianak Berjalan Kaki 2 Kilometer Demi Bebaskan Ibu dari KDRT Berbuah Hadiah Sepeda

✍️ Rian Haryanto 🕒 27 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Bambang Suharyono menyerahkan bantuan bagi anak yang berani jalan kaki 2 km untuk melaporkan KDRT yang dialami ibunya.
Kabidhumas Polda Kalbar Kombes Bambang Suharyono menyerahkan bantuan bagi anak yang berani jalan kaki 2 km untuk melaporkan KDRT yang dialami ibunya. Foto: Polda Kalbar

Sebuah insiden yang menyita perhatian publik belum lama ini terjadi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Seorang anak dengan keberanian luar biasa nekat menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer seorang diri untuk mencari bantuan. Langkah berat tersebut ia ambil demi menyelamatkan ibunya yang menjadi korban dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri. Berkat tindakan heroik dan kepeduliannya yang tinggi terhadap keselamatan sang ibu, kisah bocah tersebut viral di media sosial dan berbuah manis berupa apresiasi langsung serta hadiah sebuah sepeda dari jajaran kepolisian.

Peristiwa bermula ketika situasi rumah tangga korban berubah mencekam akibat tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh sang kepala keluarga berinisial Muhammad Hasan. Sang ibu, seorang perempuan bernama Noviana, mendapati dirinya mengalami penyekapan serta penganiayaan fisik yang cukup parah di dalam kediaman mereka. Tanpa adanya fasilitas komunikasi seperti telepon seluler untuk meminta pertolongan darurat, sang anak mengambil keputusan krusial demi keselamatan orang yang dicintainya. Tanpa berpikir panjang mengenai jarak dan kelelahan, ia bersama seorang rekannya memutuskan untuk keluar rumah dan berjalan kaki menuju kantor polisi terdekat.

Setibanya di kantor pihak berwajib, kedatangan bocah tersebut sontak mengejutkan para petugas kepolisian yang bertugas. Dengan kepolosan namun ketegasan anak seusianya, ia langsung mengadukan situasi genting yang sedang menimpa ibunya di rumah.

“Jalan kaki 2 kilo, minta tolong ke kami kalau ibunya kena siksa bapaknya,” ungkap petugas menirukan ucapan bocah tersebut saat memberikan laporan darurat.

Mendapati laporan darurat yang dibawa langsung oleh sang anak, jajaran kepolisian dari Polsek Pontianak Barat tidak membuang waktu dan langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian di kawasan Jalan Kom Yos Sudarso, Gang Kenari 2, Pontianak Barat. Saat petugas tiba di rumah korban, suasana tempat kejadian perkara tampak berantakan dengan sejumlah barang yang berserakan, menunjukkan betapa tegangnya situasi kekerasan yang baru saja terjadi.

Ketika aparat penegak hukum mencoba meminta keterangan awal dari sang ayah, reaksi yang ditunjukkan justru terkesan meremehkan situasi yang ada.

“Bertengkar biasa Bang, enggak ada apa-apa. Biasa urusan rumah tangga. Aman, aman,” ucap Hasan saat berhadapan dengan petugas kepolisian yang mendatangi kediamannya.

Kendati demikian, aparat kepolisian tidak langsung percaya begitu saja dengan argumen tersebut dan meminta agar sang ibu dihadirkan untuk diperiksa kondisinya. Saat Noviana keluar menemui petugas, terlihat jelas bahwa ia berada dalam kondisi yang sangat terpukul secara psikologis disertai luka fisik di bagian wajah, termasuk pada area bibirnya. Korban kemudian menuturkan bahwa dirinya mengalami serangkaian penganiayaan keji, mulai dari dicekik, diinjak, hingga dipukul menggunakan tangan kosong setelah suaminya pulang bekerja.

Menyadari situasi kian terdesak dan mendapati kedatangan aparat, terduga pelaku penganiayaan justru memilih melarikan diri dari lokasi kejadian sebelum sempat dimintai keterangan lebih mendalam. Pihak kepolisian lantas bergerak sigap dengan mengamankan korban beserta anak-anaknya ke tempat yang lebih aman. Noviana kemudian segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani serangkaian proses visum et repertum sebagai alat bukti pendukung dalam proses penyelidikan hukum.

Kabar mengenai aksi nekat sang anak yang rela berjalan kaki sejauh dua kilometer demi membela ibunya ini dengan cepat menyebar luas dan menuai simpati publik di dunia maya. Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Kalimantan Barat, Kombes Pol Bambang Suharyono, turun tangan langsung untuk menemui Noviana beserta anak-anaknya yang saat itu tengah mengungsi dan menenangkan diri di rumah seorang kerabat. Dalam kunjungan empat mata tersebut, pihak kepolisian menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi tinggi atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan oleh sang bocah.

“Kami mengapresiasi atas keberanian seorang anak yang berusaha mencari pertolongan untuk ibunya di tengah situasi yang tidak mudah,” ucap Bambang.

Sebagai wujud nyata perhatian serta dukungan moril dari korps kepolisian, Kabid Humas Polda Kalbar bersama jajarannya memberikan sebuah hadiah istimewa berupa unit sepeda baru kepada sang anak, serta menyerahkan sejumlah paket bantuan sembako untuk meringankan beban keluarga tersebut. Ibunda korban, Noviana, mengaku sama sekali tidak menyangka bahwa buah hatinya sanggup menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki demi mencari perlindungan.

Saat ini, penanganan perkara hukum atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tersebut telah dilimpahkan sepenuhnya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kalbar. Pihak kepolisian berkomitmen untuk memproses kasus ini secara tuntas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku guna menjamin rasa aman serta perlindungan menyeluruh bagi korban dan anak-anaknya. Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas akan bahaya KDRT serta pentingnya keberanian dalam menciptakan akses pertolongan yang aman bagi setiap korban kekerasan di lingkungan rumah tangga.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update