BNPB Jajaki Teknologi Malaysia untuk Perkuat Deteksi Dini Karhutla
kalbarbagus.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjajaki kerja sama teknologi dengan Pemerintah Malaysia untuk memperkuat pemantauan, deteksi dini, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.
Kolaborasi tersebut diharapkan mendukung pemanfaatan data dan teknologi dalam menentukan langkah penanganan kebakaran secara lebih efektif. Kerja sama yang dibahas mencakup pemantauan wilayah rawan, analisis data kebencanaan, penilaian kondisi daerah terdampak, hingga pengembangan strategi pemadaman.
Selain teknologi, Pemerintah Malaysia menawarkan dukungan operasional berupa satu pesawat amfibi CL-415MP, satu helikopter Mi-171, serta 44 personel yang terdiri atas awak dan teknisi. Tawaran itu masih akan dikaji untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan penanganan karhutla di Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kerja sama teknologi diharapkan dapat memperkuat proses pengambilan keputusan dalam penanganan bencana.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengambilan keputusan dan meningkatkan efektivitas penanganan karhutla,” kata Berton dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (28/10/2026).
Teknologi Data untuk Mendukung Penanganan Karhutla
Ruang lingkup kerja sama BNPB dan Pemerintah Malaysia mencakup sejumlah bidang teknologi. Di antaranya pemantauan dan deteksi dini, pengumpulan serta analisis data, penilaian situasi wilayah terdampak, riset dan inovasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Pemanfaatan data menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan karhutla. Informasi mengenai kondisi wilayah terdampak dan perkembangan kebakaran dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pengerahan personel maupun sarana pemadaman.
Selain itu, koordinasi teknis dan pertukaran pengetahuan diharapkan memperkuat kemampuan kedua negara dalam menghadapi tantangan kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, penerapan kerja sama tersebut masih memerlukan pembahasan teknis lebih lanjut, termasuk penyesuaian teknologi dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Pesawat dan Helikopter Masuk dalam Tawaran Dukungan
Di luar pengembangan teknologi pemantauan, Malaysia juga menawarkan dukungan armada udara untuk membantu operasi penanganan karhutla di Indonesia.
BNPB saat ini menjalankan penanganan karhutla secara terpadu melalui pemadaman darat, pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing, serta operasi modifikasi cuaca yang dikoordinasikan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Operasi tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat, masyarakat, dan pihak terkait lainnya.
Tawaran armada dari Malaysia akan dibahas lebih lanjut bersama Agensi Pengurusan Bencana Negara (NADMA) Malaysia dengan fasilitasi Kementerian Luar Negeri.
Pembahasan mencakup kesiapan pengerahan, kebutuhan logistik, prosedur keselamatan penerbangan, serta alternatif dukungan apabila asap tebal dan jarak pandang rendah menghambat operasi udara.
BNPB menegaskan bahwa seluruh bentuk dukungan internasional akan disesuaikan dengan kebutuhan penanganan bencana dan ketentuan yang berlaku. Kendali operasi tetap berada di tangan Pemerintah Indonesia.
Kerja sama ini masih berada pada tahap penjajakan dan kajian. Karena itu, pemanfaatan teknologi maupun pengerahan armada bantuan akan bergantung pada hasil koordinasi teknis dan keputusan lebih lanjut.
