Safety Riding dan UMKM Berdaya di Kubu Raya, Pelaku Usaha Dapat Edukasi Bisnis
kalbarbagus.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya mendapatkan edukasi keselamatan berkendara sekaligus pengembangan usaha melalui kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya, Selasa (27/10/2026).
Mengusung tema “Usaha Lancar Dimulai dari Perjalanan yang Aman”, kegiatan yang berlangsung di Astra Motor, Jalan Ayani 2, Kabupaten Kubu Raya, tersebut membahas sejumlah kebutuhan pelaku UMKM, mulai dari keselamatan berlalu lintas, akses pembiayaan, sertifikasi halal, pemahaman Rupiah, hingga pemanfaatan layanan digital.
Kegiatan ini diselenggarakan Matra Bisnis bersama Astra Motor Kalimantan Barat, Bank Indonesia, Bank Kalbar, Telkomsel, HPI Palm Oil, Pelindo, dan Alfamart. Peserta yang hadir mayoritas merupakan pelaku UMKM binaan dari Pontianak dan Kubu Raya.
Corcom Astra Motor Kalbar, F. Yessica, mengatakan keselamatan berkendara penting bagi pelaku UMKM yang memiliki mobilitas tinggi untuk menjalankan kegiatan usaha, termasuk mengantarkan produk kepada pelanggan.
“Diharapkan dengan kegiatan ini, pelaku UMKM serta masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keamanan berkendara di jalan raya. Karena menggunakan kendaraan, terutama sepeda motor, tidak sekadar bisa jalan dan ngegas, tetapi tetap harus menjaga keselamatan diri dan masyarakat pengguna jalan lainnya,” ujar Yessica.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Manager Administration Astra Motor Kalbar, Januar Agung. Ia berharap kampanye keselamatan berkendara semakin luas menjangkau masyarakat dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Bank Kalbar Paparkan Akses Pembiayaan UMKM
Selain keselamatan berkendara, akses permodalan menjadi salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut.
Analis Pemasaran Kredit Kantor Cabang Utama Bank Kalbar, Basuki, memaparkan fasilitas pembiayaan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan bisnis.
Ia menyampaikan, Bank Kalbar menyediakan fasilitas kredit dengan bunga 6 persen per tahun, plafon hingga Rp500 juta, dan jangka waktu maksimal lima tahun, sesuai ketentuan serta persyaratan yang berlaku.
“Fasilitas kredit yang diberikan kepada nasabah bertujuan membiayai kebutuhan operasional atau menambah modal kerja perusahaan maupun usaha perorangan. Tujuannya membantu meningkatkan atau memperlancar pembelian bahan baku, biaya produksi, dan pemasaran,” kata Basuki.
Informasi pembiayaan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM memahami pilihan permodalan untuk menjaga kelangsungan usaha dan memperluas skala bisnis.
Sertifikasi Halal dan Edukasi Rupiah
Materi lain disampaikan Dian Nusaria, S.Hut., Pendamping Proses Produk Halal LP3H Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Ia menjelaskan pentingnya sertifikasi halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat daya saing produk UMKM.
Peserta juga memperoleh informasi mengenai tahapan penerapan kewajiban sertifikasi halal bagi pelaku usaha sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Gunawan, pemateri Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah Bank Indonesia Kalimantan Barat, memberikan edukasi mengenai cara mengenali keaslian uang Rupiah dan menjaga kondisi fisiknya.
Ia memperkenalkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang, sebagai cara untuk mengenali keaslian Rupiah. Peserta juga diingatkan menerapkan prinsip 5 Jangan dalam merawat uang, yaitu jangan dilipat, dicoret, distaples, diremas, dan dibasahi.
“Uang Rupiah harus selalu dirawat agar tetap rapi, bersih, dan utuh,” ujar Gunawan.
Ia menambahkan, Rupiah tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran yang sah, tetapi juga menjadi simbol kedaulatan negara dan identitas bangsa Indonesia.
Telkomsel Kenalkan Peluang Promosi Digital
Pemanfaatan teknologi untuk mendukung pemasaran turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Head Postpaid & Community Branch Telkomsel Pontianak, Fise Adhi, memperkenalkan peluang kerja sama antara Telkomsel dan merchant lokal melalui skema subsidi senilai Rp10 ribu per transaksi.
Menurut Fise, merchant yang bergabung berpeluang memperoleh dukungan promosi berupa penyebaran informasi melalui SMS atau WhatsApp kepada pelanggan Telkomsel Prestige, pencantuman profil usaha di aplikasi MyTelkomsel, serta materi promosi berupa akrilik ukuran A4 atau tent card.
Ia juga menjelaskan program loyalitas Telkomsel Poin yang dapat diakses melalui aplikasi MyTelkomsel atau kode *700. Poin yang diperoleh pelanggan dari transaksi layanan Telkomsel dapat ditukarkan dengan beragam manfaat, seperti diskon merchant, voucher belanja, undian, dan donasi.
Pengenalan layanan tersebut diharapkan membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan promosi dan menjangkau konsumen melalui saluran digital.
Kolaborasi untuk Memperkuat UMKM Daerah
Sepanjang kegiatan, peserta aktif mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Antusiasme tersebut memperlihatkan kebutuhan pelaku usaha terhadap informasi praktis yang dapat diterapkan untuk menghadapi tantangan bisnis.
Ketua panitia penyelenggara, Barlian Pasore, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara media, dunia usaha, perbankan, lembaga negara, BUMN, dan mitra swasta untuk memperkuat kapasitas UMKM.
Ia berharap sinergi tersebut dapat membuka peluang kerja sama baru, memperluas akses informasi, serta membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis.
Melalui kegiatan Safety Riding & UMKM Berdaya, edukasi keselamatan di jalan raya dipadukan dengan pengetahuan mengenai pembiayaan, sertifikasi halal, literasi keuangan, dan pemasaran digital.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu pelaku UMKM menjalankan aktivitas usaha secara lebih aman sekaligus memanfaatkan berbagai peluang untuk mengembangkan bisnis di Pontianak dan Kubu Raya.
