Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

BMKG Peringatkan Karhutla Kalbar hingga Awal November, 13 Titik Panas Terdeteksi

✍️ Winda Sari 🕒 27 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Debi dalam siaran Warta Berita Pagi edisi Selasa, 27 Oktober 2026.
Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Debi dalam siaran Warta Berita Pagi edisi Selasa, 27 Oktober 2026. Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Supadio Pontianak mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) hingga awal November 2026. Meski sejumlah wilayah diprakirakan diguyur hujan, indeks kemudahan terbakar masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah.

Prakiraan cuaca BMKG untuk Selasa (27/10/2026) menunjukkan kondisi Kalbar masih berpotensi berkabut asap. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sejumlah kabupaten dan kota.

Forecaster BMKG Supadio Pontianak, Debi, menyampaikan bahwa pada pagi hingga siang hari, kekaburan udara akibat kabut asap masih berpotensi terjadi. Hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu.

“Untuk pagi hingga siang hari kami prakirakan wilayah Kalimantan Barat masih terdapat kekaburan udara yang disebabkan oleh kabut asap, dan di sebagian wilayah kami prakirakan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kabupaten Sintang dan Kapuas Hulu,” ujar Debi dalam siaran Warta Berita Pagi Pro 1 RRI Pontianak.

Memasuki siang hingga sore hari, hujan ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Singkawang, Bengkayang, Mempawah, Landak, Sanggau, Pontianak, dan Kubu Raya. Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur sebagian wilayah Ketapang, Kayong Utara, dan Sambas.

BMKG juga mengingatkan bahwa hujan dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat.

13 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar

Di tengah peluang hujan tersebut, BMKG mencatat 13 titik panas di Kalimantan Barat selama pemantauan 24 jam terakhir.

Debi menjelaskan, berdasarkan prakiraan indeks kebakaran hutan dan lahan, sebagian wilayah Kalbar masuk kategori mudah hingga sangat mudah terbakar untuk periode 28 Oktober sampai 2 November 2026. Wilayah Kalbar bagian selatan menjadi salah satu kawasan yang perlu mendapat perhatian.

“Selanjutnya untuk pantauan titik panas di wilayah Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir terdeteksi adanya 13 titik panas di wilayah Kalimantan Barat,” kata Debi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan belum menghilangkan risiko karhutla sepenuhnya. Masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.

Angin hingga 35 Km/Jam

Untuk kondisi atmosfer, BMKG memprakirakan angin bertiup dari arah timur hingga barat dengan kecepatan sekitar 10–35 kilometer per jam.

Suhu udara diperkirakan berkisar 23–34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 56–98 persen.

Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi kalbar.bmkg.go.id, serta akun Instagram terverifikasi @BMKG_Kalbar.

Informasi terbaru tersebut penting diperhatikan, terutama bagi warga di wilayah yang masih terdampak kabut asap maupun daerah dengan potensi karhutla tinggi.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update