BMKG Prediksi Musim Hujan 2026/2027 Mundur, Mayoritas Wilayah Mulai Desember
kalbarbagus.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan prediksi terbaru BMKG yang dirilis 2 Oktober 2026, sebanyak 529 Zona Musim (ZOM) atau 61,08 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan lebih lambat dari rata-rata klimatologis.
Direktur Layanan Iklim Terapan BMKG Marjuki mengatakan, kemunduran tersebut berkaitan dengan kondisi El Niño yang membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering.
"Kita memprediksi bahwa awal musim hujan kita ini semuanya adalah mundur dari awalnya, ini masih sejalan dengan prediksi BMKG bahwa kemarau kita itu lebih panjang, sehingga awal musim hujan kita akan mundur," kata Marjuki, Kamis (1/10/2026).
BMKG memperkirakan awal musim hujan berlangsung secara bertahap. Sebanyak 63 ZOM diprediksi mulai memasuki musim hujan pada Oktober 2026, kemudian 185 ZOM pada November dan 266 ZOM pada Desember.
Dengan demikian, sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan baru memasuki musim hujan pada Desember 2026.
"Kita memprediksi awal musim hujan secara nasional akan masuk mulai bulan Oktober di beberapa tempat. Yaitu tepatnya ada di 63 zona musim, kemudian di November ada 185 zona musim dan kemudian di Desember ada 266 zona musim," ujar Marjuki.
Sementara itu, BMKG memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 berlangsung secara bertahap pada akhir 2026 hingga awal 2027. Sebanyak 155 ZOM atau 36,94 persen luas daratan Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Desember 2026.
Kemudian, 162 ZOM atau 25,68 persen luas daratan diprediksi mencapai puncak pada Januari 2027, sedangkan 190 ZOM atau 16,79 persen pada Februari 2027.
BMKG juga memperkirakan musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia memiliki durasi yang lebih pendek dibandingkan kondisi normal. Sebanyak 482 ZOM atau sekitar 51,90 persen luas daratan diprediksi mengalami musim hujan yang lebih singkat.
Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena El Niño yang saat ini berada pada intensitas sangat kuat. BMKG menyebut kondisi El Niño diprediksi bertahan hingga awal 2027.
Meski musim hujan diperkirakan datang lebih lambat, akumulasi curah hujan pada sebagian besar wilayah Indonesia selama musim hujan diprediksi berada dalam kategori normal. Sebanyak 510 ZOM atau 69,76 persen luas daratan diprakirakan mengalami curah hujan normal.
Masyarakat di berbagai daerah perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan musim dari BMKG, terutama dalam menghadapi masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.
