Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Cara Cek Hotspot Karhutla Lewat HP Tanpa Aplikasi, Pantau Peta BNPB

✍️ Winda Sari 🕒 16 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Peta sebaran hotspot, Kementrian Kehutanan.
Peta sebaran hotspot, Kementrian Kehutanan. Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Masyarakat dapat memantau perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui ponsel tanpa perlu memasang aplikasi tambahan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyediakan dashboard daring yang memuat informasi titik panas, luas lahan terbakar, hingga kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah rawan kebakaran.

Layanan tersebut dapat diakses melalui Dashboard Informasi Penanganan Karhutla BNPB. Informasi di dalamnya mencakup enam provinsi prioritas penanganan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Melalui dashboard ini, masyarakat dapat mengikuti perkembangan titik panas sekaligus melihat informasi penanganan kebakaran dan dampak asap.

Cara Cek Hotspot Karhutla Lewat HP

Untuk mengetahui persebaran titik panas, masyarakat dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka browser di ponsel, seperti Chrome atau browser lainnya.

  2. Kunjungi situs resmi Dashboard Informasi Penanganan Karhutla BNPB.

  3. Cari bagian peta SIPONGI yang terhubung dengan sistem SiPongi+ Kementerian Kehutanan.

  4. Perhatikan persebaran titik panas pada peta untuk mengetahui wilayah yang terpantau.

  5. Jika peta tidak tampil, periksa apakah dashboard menyediakan tautan alternatif menuju peta SiPongi+.

Selain peta, dashboard juga menyajikan data jumlah hotspot harian, perkiraan luas lahan terbakar dalam 24 jam terakhir, serta luas area yang telah ditangani melalui operasi pemadaman darat dan udara.

Informasi tersebut dapat membantu masyarakat mengikuti perkembangan karhutla di berbagai daerah.

Cara Melihat Tingkat Hotspot per Provinsi

Dashboard BNPB juga menyediakan bagian Tingkat Hotspot yang menampilkan grafik intensitas titik panas berdasarkan kategori rendah, sedang, dan tinggi.

Melalui grafik tersebut, pengguna dapat membandingkan jumlah atau tingkat hotspot antardaerah sesuai data yang tersedia.

Meski demikian, titik panas yang terdeteksi satelit tidak selalu menandakan adanya kebakaran yang telah terkonfirmasi. Indikasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.

Karena itu, masyarakat sebaiknya menggunakan informasi hotspot sebagai bahan pemantauan awal, bukan sebagai satu-satunya dasar untuk menyimpulkan terjadinya kebakaran di suatu lokasi.

Cara Memeriksa Kualitas Udara Akibat Asap Karhutla

Selain memantau titik panas, masyarakat juga dapat memeriksa informasi kualitas udara melalui dashboard BNPB.

Caranya, buka halaman dashboard dan gulir hingga menemukan bagian Kualitas Udara Hari Ini. Bagian tersebut memuat informasi konsentrasi partikulat PM2.5 serta jarak pandang di bandara terdekat dari wilayah terdampak, sesuai data yang tersedia.

Kualitas udara ditampilkan dalam sejumlah kategori, mulai dari sedang dan tidak sehat hingga sangat tidak sehat atau berbahaya.

Masyarakat perlu memperhatikan waktu pembaruan data karena kondisi udara dapat berubah akibat aktivitas kebakaran, arah angin, dan keadaan atmosfer. Data yang sudah lama diperbarui belum tentu menggambarkan kondisi terkini di lokasi pengguna.

Pantau Informasi, Kurangi Risiko Paparan Asap

Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat asap pekat atau penurunan jarak pandang terjadi. Kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan orang dengan gangguan pernapasan, perlu mendapat perhatian lebih.

Dashboard BNPB juga memuat informasi mengenai pengerahan personel gabungan, operasi pemadaman, dan luas lahan yang telah ditangani.

Dengan memeriksa informasi secara berkala, masyarakat dapat mengikuti perkembangan penanganan karhutla dan meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap. Pemantauan tersebut juga dapat membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan berdasarkan informasi yang tersedia.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update