Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Ekspor Kalbar Kembali Menguat, Tembus 2 Miliar Dolar AS

✍️ Winda Sari 🕒 29 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzzaman
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzzaman

KalbarBagus.com-Kinerja ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) kembali menunjukkan penguatan setelah sempat mengalami koreksi akibat perubahan kondisi pasar global. Pada periode 2024 hingga 2025, nilai ekspor daerah tersebut kembali meningkat hingga menembus 2,0 miliar dolar AS.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzzaman, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan daya tahan ekspor Kalbar, meskipun masih menghadapi pengaruh perubahan harga komoditas dan permintaan dari pasar internasional.

"Ini menunjukkan ekspor Kalbar cukup kuat. Tetapi masih sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dan permintaan pasar internasional," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar, Syarif Kamaruzzaman, Selasa (29/9/2026).

Data Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar menunjukkan nilai ekspor daerah terus mengalami perkembangan dalam jangka panjang. Pada 2018, nilai ekspor tercatat sekitar 1,0 miliar dolar AS.

Pertumbuhan berlanjut hingga mencapai titik tertinggi pada 2022 dengan nilai 2,46 miliar dolar AS. Namun, setahun kemudian ekspor mengalami penurunan seiring perubahan dinamika pasar global.

Kondisi tersebut kemudian berbalik pada 2024 dan 2025. Nilai ekspor kembali bergerak naik dan berhasil melewati angka 2,0 miliar dolar AS.

Untuk mempertahankan kinerja perdagangan tersebut, pemerintah daerah juga memperkuat strategi peningkatan citra produk Kalbar. Upaya tersebut diarahkan agar produk unggulan daerah memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang lebih luas.

"Salah satu strategi kami adalah penguatan identitas merek, peningkatan kualitas dan desain kemasan, serta pemanfaatan pemasaran digital," terangnya.

Penguatan identitas produk dinilai penting agar komoditas dari Kalbar tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Pemerintah daerah ingin produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu membangun citra sebagai produk yang kompetitif.

"Melainkan mampu dipersepsikan sebagai produk bernilai tambah dan berdaya saing di pasar nasional maupun internasional," lanjut Syarif.

Menurut Syarif, potensi sumber daya alam menjadi salah satu fondasi utama perdagangan luar negeri Kalbar. Sejumlah sektor yang berkontribusi antara lain energi, perkebunan, kehutanan, dan pertambangan.

Potensi tersebut juga didukung posisi geografis Kalbar yang berada di jalur perdagangan internasional serta memiliki kedekatan dengan kawasan pasar Asia. Kondisi geografis itu menjadi salah satu modal dalam pengembangan aktivitas ekspor daerah.

Syarif menambahkan, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kalbar akan terus mengoptimalkan pelayanan dengan memperkuat koordinasi data dan kebijakan. Langkah tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update