Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

IHSG Anjlok, HIPMI Ingatkan Ekonomi Indonesia Tak Hanya Bergantung pada Pasar Saham

✍️ Winda Sari 🕒 17 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI), Ade Jona Prasetyo, mengajak masyarakat dan pelaku usaha tetap tenang menyikapi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (16/10/2026).

Ia menegaskan, pelemahan pasar saham tidak serta-merta mencerminkan memburuknya seluruh kondisi perekonomian Indonesia. Menurutnya, penilaian terhadap ekonomi nasional perlu mempertimbangkan berbagai indikator, termasuk aktivitas industri, perdagangan, konsumsi masyarakat, investasi, dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“IHSG boleh anjlok hari ini, tetapi bukan berarti ekonomi Indonesia tamat,” kata Ade Jona dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).

Ade Jona menjelaskan, pergerakan pasar modal dipengaruhi beragam faktor, mulai dari kondisi ekonomi global hingga sentimen investor dan dinamika pasar keuangan. Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai kondisi ekonomi nasional hanya berdasarkan perubahan indeks saham.

Menurutnya, reaksi berlebihan terhadap gejolak pasar berpotensi memperburuk sentimen dan mengurangi kepercayaan pelaku pasar. Sebaliknya, ketenangan perlu disertai langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat kegiatan usaha.

“Yang dibutuhkan sekarang adalah ketenangan, kepercayaan, dan kerja bersama,” ujarnya.

HIPMI, lanjut Ade Jona, mendukung upaya pemerintah bersama otoritas keuangan untuk menjaga stabilitas pasar, mempertahankan kepercayaan investor, serta memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan di tengah ketidakpastian.

Ia menilai, dunia usaha membutuhkan koordinasi yang baik, kebijakan yang tepat, dan kepastian berusaha agar perusahaan maupun pelaku UMKM tetap memiliki kesempatan untuk tumbuh.

Sektor Riil Dinilai Penting Menopang Ekonomi

Ade Jona menekankan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia tidak hanya tercermin dari pergerakan angka di pasar saham. Aktivitas produksi, perdagangan, konsumsi rumah tangga, investasi produktif, serta kegiatan UMKM juga berperan penting dalam menjaga perputaran ekonomi.

Menurutnya, penguatan sektor riil perlu terus dilakukan agar peluang pertumbuhan tetap terjaga. Upaya tersebut dapat berjalan melalui dorongan investasi, pengembangan usaha, serta perluasan kesempatan kerja.

“Ekonomi Indonesia jauh lebih besar daripada angka yang bergerak di layar bursa. Ada jutaan pelaku UMKM, pekerja, industri, dan pengusaha yang setiap hari terus menggerakkan perekonomian,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa optimisme terhadap ekonomi nasional tetap perlu dibarengi upaya nyata. Penguatan dunia usaha, pemeliharaan stabilitas, dan penciptaan iklim investasi yang kondusif dinilai penting untuk menghadapi ketidakpastian pasar.

Dengan demikian, gejolak IHSG perlu dicermati sebagai salah satu sinyal kondisi pasar keuangan, tanpa mengabaikan perkembangan sektor-sektor lain yang turut menentukan kinerja perekonomian Indonesia.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update