Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Jepang Akhiri Misi Pemadaman Karhutla di Kalimantan Barat

✍️ Winda Sari 🕒 01 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Beberapa personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan dari helikopter CH-47 Chinook di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026)
Beberapa personel Japan Disaster Relief (JDR) berjalan dari helikopter CH-47 Chinook di atas kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki di Pelabuhan Kijing, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Rabu (30/9/2026) Foto: istimewa

kalbarbagus.com– Pemerintah Jepang resmi mengakhiri misi bantuan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan pada Selasa (29/9/2026). Penghentian operasi dilakukan setelah pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa bantuan Pasukan Bela Diri Jepang (JSDF) telah berkontribusi mencegah meluasnya kebakaran dan penanganan selanjutnya dapat dilanjutkan oleh Indonesia.

Selama menjalankan misi, tiga helikopter CH-47 Chinook milik Pasukan Bela Diri Jepang melakukan lebih dari 40 operasi udara dan menjatuhkan sekitar 220 ton air ke sejumlah titik kebakaran prioritas di Kalimantan Barat, termasuk wilayah Pontianak dan Ketapang. Operasi udara tersebut berlangsung sejak 16 September 2026.

“Pemerintah Indonesia memberitahu Jepang bahwa operasi pemadaman kebakaran yang dilakukan oleh Pasukan Bela Diri Jepang telah berkontribusi mencegah penyebaran kebakaran hutan,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang.

Kementerian Pertahanan Jepang menyebut pemerintah Indonesia juga telah menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan selama misi berlangsung. Setelah mempertimbangkan kondisi tersebut, Kementerian Pertahanan Jepang menerbitkan perintah untuk mengakhiri kegiatan bantuan bencana internasional di Indonesia.

“Sehubungan dengan hal tersebut, hari ini Kementerian Pertahanan mengeluarkan perintah untuk mengakhiri kegiatan bantuan bencana internasional di Republik Indonesia,” tulis Kementerian Pertahanan Jepang pada Selasa (29/9).

Misi tersebut menjadi bagian dari bantuan bencana internasional Jepang setelah Menteri Luar Negeri Jepang berkonsultasi dengan Menteri Pertahanan pada 28 Agustus 2026. Pasukan Jepang kemudian diberangkatkan bersama tiga helikopter CH-47 Chinook untuk mendukung penanganan karhutla di Kalimantan.

Kapal pengangkut personel dan helikopter, JS Kunisaki, bertolak dari Pelabuhan Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus dan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September 2026. Operasi pemadaman kemudian dimulai pada 16 September.

Setelah misi berakhir, Pasukan Bela Diri Jepang ditarik dari Indonesia dan kembali ke Jepang setelah seluruh persiapan kepulangan selesai.

Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin kemudian melepas personel JSDF dari kapal JS Kunisaki di Pelabuhan Internasional Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Rabu (30/9/2026). Pada kesempatan tersebut, pemerintah Indonesia juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Dharma Samudera kepada personel JSDF atas dedikasi mereka dalam membantu penanganan karhutla di Kalimantan Barat.

Dengan berakhirnya bantuan tersebut, penanganan karhutla selanjutnya dilanjutkan oleh pemerintah dan satuan tugas Indonesia sesuai kondisi di lapangan.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update