Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Kabel Bawah Laut Putus, Mampukah Starlink Menjaga Internet Tetap Terhubung?

✍️ Winda Sari 🕒 26 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Kabel Bawah Laut Putus? ini dampaknya bagi internet
Kabel Bawah Laut Putus? ini dampaknya bagi internet Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Ketergantungan dunia pada kabel serat optik bawah laut membuat infrastruktur tersebut menjadi salah satu titik penting dalam menjaga kelancaran komunikasi digital internasional. Ketika kabel mengalami kerusakan atau terputus, jaringan satelit seperti Starlink dapat menjadi jalur alternatif, meski kapasitasnya belum mampu menggantikan keseluruhan lalu lintas data global.

Dikutip dari Gulf News, risiko gangguan terhadap jalur kabel bawah laut di tengah ketegangan geopolitik kembali memunculkan pertanyaan tentang kesiapan teknologi satelit dalam menjaga konektivitas internet ketika infrastruktur utama terganggu.

Kabel bawah laut masih menjadi tulang punggung komunikasi internasional karena mampu membawa data dalam jumlah besar dengan biaya per unit data yang relatif rendah. Sementara itu, satelit menawarkan jalur komunikasi alternatif, khususnya ketika jaringan terestrial atau kabel tertentu mengalami gangguan.

Kapasitas Kabel dan Satelit Berbeda Jauh

Sebagai ilustrasi, satu jalur kabel bawah laut dengan kapasitas 20 terabit per detik (Tbps) mampu membawa data jauh lebih banyak dibandingkan koneksi satelit berkapasitas 1 gigabit per detik (Gbps).

Dengan konversi 1 Tbps setara 1.000 Gbps, kapasitas kabel dalam ilustrasi tersebut mencapai 20.000 Gbps. Artinya, kapasitasnya 20.000 kali lebih besar daripada koneksi satelit 1 Gbps.

Koneksi satelit berkapasitas 1 Gbps hanya setara sekitar 0,005 persen dari kapasitas kabel tersebut. Secara matematis, diperlukan 20.000 koneksi dengan kapasitas serupa untuk menyamai angka kapasitas 20 Tbps.

Namun, perbandingan ini hanya ilustrasi matematis, bukan gambaran langsung kapasitas seluruh jaringan Starlink. Kapasitas satelit yang tersedia bagi pengguna dipengaruhi oleh spektrum frekuensi, jumlah satelit, kapasitas jaringan, stasiun bumi, cakupan wilayah, dan jumlah pengguna aktif.

Karena itu, satelit lebih tepat dipandang sebagai pelengkap dan jalur cadangan bagi jaringan kabel, bukan pengganti penuh infrastruktur serat optik global.

Starlink Bisa Menjaga Komunikasi saat Darurat

Ketika kabel bawah laut mengalami kerusakan, akses internet suatu negara tidak selalu terputus sepenuhnya. Konektivitas masih dapat dipertahankan melalui kabel lain, jalur darat, atau jaringan satelit apabila kapasitas alternatif tersedia.

Risiko gangguan yang lebih besar muncul ketika beberapa kabel mengalami kerusakan bersamaan, suatu wilayah bergantung pada sedikit titik pendaratan kabel, atau kapasitas jalur alternatif tidak mencukupi untuk menampung lalu lintas data.

Perbaikan kabel bawah laut juga membutuhkan waktu, mulai dari beberapa hari hingga berminggu-minggu, bergantung pada tingkat kerusakan, cuaca, ketersediaan kapal khusus, dan kondisi operasional di laut.

Dalam situasi darurat, koneksi satelit dapat membantu menjaga komunikasi bagi petugas penanganan bencana, fasilitas kesehatan, pemerintah, dan pelaku usaha. Meski begitu, kapasitasnya tetap terbatas jika harus menanggung kebutuhan internet dalam skala sangat besar.

Ekspansi Starlink Perluas Persaingan Telekomunikasi

Selain menjadi jalur alternatif untuk konektivitas darurat, industri satelit juga terus mengembangkan layanan untuk memperluas jangkauan pasar.

SpaceX, perusahaan di balik Starlink, disebut tengah mengembangkan ekspansi layanan komunikasi seluler. Dalam laporan yang dikutip, perusahaan tersebut dikabarkan melakukan pembicaraan bisnis terkait akses ke puluhan ribu lokasi menara seluler di Amerika Serikat.

Strategi ini menunjukkan bahwa pengembangan jaringan satelit tidak hanya diarahkan untuk menyediakan internet di wilayah terpencil, tetapi juga untuk memperluas perannya dalam ekosistem telekomunikasi.

Meski demikian, perkembangan layanan seluler berbasis satelit tidak menghilangkan kebutuhan terhadap infrastruktur kabel serat optik yang mampu menangani lalu lintas data berkapasitas tinggi.

Ketahanan Internet Butuh Banyak Jalur Alternatif

Gangguan pada kabel bawah laut menunjukkan pentingnya membangun infrastruktur digital yang tidak bergantung pada satu jalur komunikasi saja.

Sejumlah langkah yang dapat memperkuat ketahanan jaringan antara lain menambah keragaman titik pendaratan kabel, memperkuat jaringan serat optik domestik, menyediakan jalur terestrial alternatif, dan menyiapkan koneksi satelit untuk kebutuhan tertentu.

Pendekatan multi-teknologi memungkinkan jaringan tetap beroperasi ketika salah satu infrastrukturnya mengalami gangguan. Kabel bawah laut tetap menjadi penopang utama lalu lintas data internasional, sedangkan satelit berperan sebagai lapisan cadangan yang dapat membantu mempertahankan komunikasi penting.

Dengan menggabungkan berbagai jalur konektivitas, risiko gangguan pada satu infrastruktur diharapkan tidak berkembang menjadi krisis komunikasi digital yang lebih luas.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update