Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Kubu Raya Digitalisasi Distribusi Alat Kontrasepsi, BKKBN Kalbar Soroti Ketepatan Stok

✍️ Winda Sari 🕒 14 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Kabupaten Kubu Raya menerapkan distribusi alat kontrasepsi berbasis aplikasi untuk mendukung pencatatan stok dan pelaporan pelayanan keluarga berencana.
Kabupaten Kubu Raya menerapkan distribusi alat kontrasepsi berbasis aplikasi untuk mendukung pencatatan stok dan pelaporan pelayanan keluarga berencana. Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Kabupaten Kubu Raya menjadi salah satu daerah di Kalimantan Barat yang telah menerapkan sistem distribusi alat kontrasepsi berbasis aplikasi secara penuh. Digitalisasi ini ditujukan untuk memperbaiki pengelolaan persediaan dan pelaporan di fasilitas kesehatan agar penyaluran sesuai dengan kebutuhan pelayanan keluarga berencana.

Penerapan sistem tersebut menjadi perhatian Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat. Pasalnya, ketimpangan persediaan masih ditemukan, mulai dari fasilitas kesehatan yang mengalami kekosongan stok hingga fasilitas lain yang memiliki persediaan berlebih.

Kepala Perwakilan BKKBN/Kemendukbangga Kalimantan Barat, Nyigit Wudi Amini, menekankan pentingnya pencatatan dan pemantauan persediaan secara akurat. Pengelolaan yang baik diperlukan agar alat kontrasepsi tersedia sesuai kebutuhan dan dapat digunakan dalam kondisi layak.

Menurutnya, pengelolaan persediaan tidak hanya menyangkut jumlah barang, tetapi juga meliputi penyimpanan, pemantauan kondisi, penggunaan, serta evaluasi berkala.

Penyimpanan yang tidak sesuai standar, termasuk suhu gudang yang tidak memenuhi ketentuan, berpotensi merusak alat maupun obat kontrasepsi sebelum digunakan. Karena itu, pengawasan kondisi barang dan masa berlaku produk perlu menjadi bagian dari sistem pengelolaan.

Pelaporan Digital Diperkuat dengan Koordinasi

Di Kabupaten Kubu Raya, penerapan aplikasi distribusi didukung koordinasi antara pengelola program dan petugas fasilitas kesehatan.

Kepala DP3KB Kabupaten Kubu Raya, Dyah Tut Wuri Handayani, mendorong fasilitas kesehatan untuk disiplin memperbarui laporan stok dan pelayanan melalui sistem yang tersedia.

Pihaknya juga membangun grup koordinasi untuk mempermudah komunikasi antara petugas yang menangani persediaan dan pelayanan keluarga berencana. Selain itu, dukungan biaya pencatatan dan pelaporan diberikan kepada petugas untuk meningkatkan kepatuhan dalam memperbarui data.

Pelaporan yang tertib menjadi bagian penting dalam memastikan data persediaan sesuai dengan penggunaan alat kontrasepsi di lapangan. Informasi tersebut juga membantu mengidentifikasi kebutuhan setiap fasilitas sehingga distribusi dapat direncanakan berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Pengawasan Masa Berlaku dan Pemusnahan Stok

Selain pencatatan dan penyaluran, pengelolaan persediaan alat kontrasepsi mencakup penanganan produk yang telah kedaluwarsa.

Di Kubu Raya, pemusnahan alat kontrasepsi kedaluwarsa dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Langkah ini diperlukan untuk mencegah produk yang tidak layak digunakan kembali masuk ke dalam pelayanan kesehatan.

Meski sistem distribusi berbasis aplikasi telah diterapkan secara penuh, dampaknya terhadap penurunan kekosongan stok belum disertai data terukur dalam keterangan yang tersedia.

Evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengetahui sejauh mana digitalisasi mampu meningkatkan ketepatan distribusi, memperbaiki pelaporan, dan menjaga ketersediaan alat kontrasepsi di seluruh fasilitas kesehatan.

Dengan pengelolaan berbasis data yang didukung pengawasan dan koordinasi, digitalisasi diharapkan dapat memperkuat pelayanan keluarga berencana serta membantu fasilitas kesehatan memenuhi kebutuhan masyarakat secara lebih efektif.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update