Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Kumai Akhirnya Diguyur Hujan, Warga Berdoa Guyuran Air Capai Taman Nasional Tanjung Puting

✍️ Rian Haryanto 🕒 16 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Hujan Guyur Kumai
Hujan Guyur Kumai Foto: istimewa

KUMAI — Harapan besar akan berhentinya bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menguat di kalangan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Setelah sekian lama dilanda kemarau dan ancaman asap, guyuran hujan dengan intensitas cukup deras akhirnya turun membasahi wilayah Kecamatan Kumai pada Minggu sore. Turunnya hujan ini disambut rasa syukur yang mendalam oleh warga sekitar, seraya menyelipkan doa agar intensitas air yang jatuh dari langit tersebut juga mampu menjangkau hingga ke dalam kawasan Taman Nasional (TN) Tanjung Puting.

Wilayah TN Tanjung Puting sendiri diketahui menjadi salah satu titik yang belakangan ini terus membara akibat karhutla. Luasnya lahan gambut dan vegetasi semak kering membuat api di kawasan konservasi pelestarian orangutan tersebut sulit ditaklukkan hanya dengan jalur darat. Oleh karena itu, kehadiran hujan secara alami dipandang sebagai bantuan paling efektif dalam meredam gejolak api yang mengancam keanekaragaman hayati di sana.

Seorang warga Kecamatan Kumai, Rahmad, mengungkapkan rasa lega sekaligus harapannya saat menyaksikan butiran air mulai membasahi pemukiman dan jalanan di wilayahnya. Menurutnya, kondisi udara dan cuaca beberapa hari terakhir sudah sangat memprihatinkan akibat dampak asap dan panas terik yang menyengat.

"Alhamdulillah, akhirnya hujan turun juga di Kumai. Semoga saja hujan ini tidak hanya di sini, tapi juga deras sampai ke dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Karena kasihan petugas yang berjihad memadamkan api di sana, serta satwa-satwa seperti orangutan yang habitatnya terbakar," ujar Rahmad.

Kegembiraan serupa dirasakan oleh para petugas dan relawan gabungan yang selama ini berada di garis depan pemadaman karhutla. Selama periode kemarau, tim yang terdiri dari Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, Balai TN Tanjung Puting, hingga relawan masyarakat peduli api (MPA) harus berjibaku memadamkan titik api yang tak kunjung surut. Medan gambut yang dalam sering kali menyimpan bara api di bawah permukaan, sehingga pemadaman manual memerlukan air dalam jumlah sangat besar dan waktu bertindak yang tidak sebentar.

Kondisi geografis TN Tanjung Puting yang didominasi oleh hutan hujan tropis dan lahan gambut tebal menjadikan kebakaran di wilayah ini amat krusial. Selain berpotensi merusak rantai ekosistem pelestarian satwa langka yang dilindungi dunia, bencana karhutla di kawasan ini berisiko mengirimkan paparan kabut asap pekat ke kawasan pemukiman warga sekitar, bahkan hingga mengganggu arus lalu lintas penerbangan dan pelayaran di wilayah Kotawaringin Barat.

Hujan yang membasahi Kecamatan Kumai sore itu berlangsung sekitar satu hingga dua jam dengan curah hujan yang bervariasi. Meski belum bisa dipastikan secara menyeluruh apakah mengguyur seluruh luasan bentang alam TN Tanjung Puting, kemunculan hujan ini setidaknya membawa angin segar. Pembasahan alami dari udara sangat membantu meningkatkan kelembapan tanah gambut, sehingga menurunkan risiko potensi penyebaran titik api baru yang kerap dipicu oleh angin kencang.

Masyarakat setempat berharap fenomena cuaca ini menjadi penanda awal masuknya musim peralihan, atau setidaknya intensitas hujan dapat konsisten terjadi dalam beberapa hari ke depan. Hal tersebut dinilai sangat vital agar seluruh sisa bara di dalam tanah gambut benar-benar padam secara total (blackout).

Guna mengantisipasi dampak lanjutan pasca-hujan, pihak terkait dan tim satgas karhutla terus bersiaga serta melakukan pemantauan titik panas (hotspot) melalui citra satelit maupun patroli udara dan darat. Petugas mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mematuhi larangan membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat kondisi sebagian lahan lainnya masih tergolong sangat kering dan mudah tersulut api jika tidak dijaga bersama.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update