Memanfaat Posisi Strategis Perbatasan, Potensi Perikanan dan Ubur-Ubur Temajuk Sambas Didorong Tembus Pasar Ekspor
KalbarBagus.com — Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) terus menggenjot pengembangan potensi perikanan di kawasan pesisir Temajuk untuk menembus pasar internasional, khususnya Sarawak, Malaysia. Keunggulan geografis yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna menjadikan wilayah ini sangat bernilai strategis bagi sektor perdagangan hasil laut.
Kepala DPK Kabupaten Sambas Hendy Wijaya menegaskan bahwa bentang pantai yang panjang menjadi modal utama pengembangan ekonomi maritim daerah.
"Sambas memiliki garis pantai sekitar 198,76 km dan berbatasan dengan Laut Natuna serta wilayah Sarawak, Malaysia. Kondisi ini menjadikan wilayah pesisirnya strategis untuk penangkapan ikan dan perdagangan hasil laut," kata Hendy Wijaya, Rabu (16/9/2026).
Komoditas Bernilai Tinggi: Dari Ubur-Ubur Hingga Lobster
Data PPN Pemangkat mencatat produksi perikanan tangkap di Sambas rutin melampaui 11.000 ton per tahun. Jenis ikan yang mendominasi antara lain komoditas pelagis besar (tongkol dan tenggiri) serta pelagis kecil dan demersal (kembang, bawal, kakap merah, dan kerapu).
Selain ikan tangkap, perairan Temajuk menyimpan komoditas musiman bernilai ekonomi tinggi:
-
Ubur-Ubur: Melimpah pada periode Maret hingga Mei. Satu kilang pengumpul mampu memproduksi 40 hingga 60 ton per musim dengan estimasi omzet Rp600 juta hingga Rp700 juta.
-
Lobster & Lainnya: Jenis lobster pasir, pakistan, mutiara, dan batu, serta kepah, tengkuyung, kepiting, remis laut, hingga gurita.
"Hasil ubur-ubur selain dipasarkan ke Pulau Jawa, juga dikirim ke Malaysia dan Taiwan dengan harga jual sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram," katanya.
Hasil tangkapan ini disalurkan ke berbagai pasar lokal di Paloh, Pemangkat, Singkawang, hingga Pontianak.
Pembukaan Perlintasan Temajuk-Telok Melano dan Peluang Investasi
Hendy meyakini bahwa rencana pembukaan perlintasan batas Temajuk-Telok Melano dapat memotong rantai distribusi yang panjang sekaligus mempermudah proses perizinan perikanan lintas negara.
"Pembukaan perlintasan sangat berpotensi mendatangkan investor dalam negeri maupun luar negeri, mengingat potensi perikanan dan produk olahan ikan di Temajuk sangat menjanjikan," katanya.
Guna menyambut peluang bisnis lintas batas tersebut, pemerintah daerah memfokuskan program peningkatan kapasitas SDM nelayan melalui pelatihan pengolahan, pemasaran, dan tata cara perdagangan perikanan antarnegara.
Kendala Kelangkaan BBM dan Pasokan Es
Di balik besarnya potensi maritim Temajuk, para nelayan lokal masih menghadapi keterbatasan sarana penunjang produksi. Saat ini belum tersedia SPBU khusus nelayan di Temajuk, sehingga pasokan BBM bergantung penuh pada SPBU Tanah Hitam di Kecamatan Paloh.
Selain itu, ketiadaan pabrik es di kawasan Temajuk memaksa nelayan mengandalkan es rumah tangga atau mengambil pasokan es batangan dari Tanah Hitam demi menjaga kesegaran kualitas hasil tangkapan saat melaut.
