Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Mengenal LRAD, Meriam Suara yang Digunakan Aparat untuk Mengendalikan Kerumunan

✍️ Winda Sari 🕒 02 Nov 2026 👁️ 2x dibaca
Perangkat LRAD atau meriam suara dapat dipasang pada kendaraan polisi untuk menyampaikan peringatan jarak jauh
Perangkat LRAD atau meriam suara dapat dipasang pada kendaraan polisi untuk menyampaikan peringatan jarak jauh Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Teknologi dalam dunia keamanan dan pertahanan tidak hanya berkembang melalui senjata konvensional. Salah satu perangkat yang menarik perhatian adalah Long Range Acoustic Device (LRAD), teknologi berbasis gelombang suara yang dikenal pula dengan sebutan sound cannon atau meriam suara.

Perangkat ini dirancang untuk menyampaikan pesan dan peringatan melalui suara yang keras serta terarah. Dalam perkembangannya, LRAD juga digunakan oleh sejumlah militer dan kepolisian untuk mendukung pengendalian situasi di lapangan.

Mengutip laporan SlashGear, pengembangan teknologi LRAD berkaitan dengan serangan terhadap kapal perang USS Cole pada 2000. Saat itu, muncul kebutuhan akan perangkat yang memungkinkan awak kapal menyampaikan peringatan kepada pihak yang mendekat tanpa harus langsung menggunakan senjata konvensional.

Berbeda dengan pengeras suara biasa, LRAD dirancang untuk memusatkan pancaran suara ke arah tertentu. Dengan karakteristik tersebut, pesan yang disampaikan dapat menjangkau sasaran komunikasi dari jarak yang lebih jauh.

Perangkat ini dikembangkan dalam berbagai bentuk, mulai dari unit portabel hingga sistem yang dipasang pada kendaraan dan kapal.

Digunakan untuk Komunikasi dan Pengendalian Massa

Dalam penerapannya, LRAD tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi jarak jauh. Sejumlah aparat keamanan juga memanfaatkannya untuk menyampaikan instruksi, memberikan peringatan, dan mendukung pengendalian kerumunan.

Penggunaan perangkat tersebut pernah menjadi perhatian publik dalam sejumlah aksi demonstrasi di Amerika Serikat, termasuk unjuk rasa di New York pada 2014 dan Lafayette Square pada 2020.

Meski dapat digunakan untuk menyampaikan pesan tanpa kontak fisik, pemanfaatan LRAD dalam pengendalian massa menimbulkan perdebatan. Salah satu persoalan yang disorot adalah potensi dampak suara berintensitas tinggi terhadap orang-orang di sekitar perangkat.

Paparan Suara Keras Berisiko bagi Pendengaran

Penggunaan LRAD mendapat perhatian karena paparan suara yang terlalu keras dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Dampaknya antara lain telinga berdenging, rasa nyeri, pusing, mual, hingga gangguan pendengaran.

Sejumlah akademisi dan pemerhati keselamatan publik juga menyoroti risiko paparan suara intensitas tinggi, terutama apabila masyarakat berada dalam kondisi yang sulit menghindari sumber suara.

Karena itu, penggunaan perangkat akustik semacam ini perlu memperhatikan keselamatan publik, pengawasan yang ketat, serta prosedur operasional yang sesuai.

Perdebatan mengenai LRAD menunjukkan bahwa perkembangan teknologi keamanan tidak hanya perlu dinilai dari kemampuan teknisnya. Aspek keselamatan, perlindungan masyarakat, dan pertanggungjawaban dalam penggunaannya juga menjadi hal penting.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update