Pemkab Kubu Raya Tetapkan Lima Agenda Keagamaan Tahunan
kalbarbagus.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, menetapkan lima kegiatan keagamaan sebagai agenda tahunan daerah. Kebijakan ini menjadi upaya pemerintah daerah untuk mendukung aktivitas keagamaan sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengatakan salah satu kegiatan yang masuk dalam kalender tetap pemerintah daerah adalah peringatan Hari Santri Nasional. Dengan penetapan tersebut, pemerintah akan mengupayakan dukungan anggaran agar kegiatan dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Selain Hari Santri Nasional, terdapat empat agenda lainnya, yakni pawai obor menyambut Ramadan, Gema Idulfitri setelah perayaan Idulfitri, Shalawat Akbar, serta kegiatan menyambut Tahun Baru Islam.
“Kalau sudah masuk dalam agenda tetap, otomatis kita akan mengupayakan dukungan dan meng-cover kebutuhan anggarannya. Kalau anggaran belum mencukupi, biasanya kekurangannya kita atasi dengan gotong royong,” ujar Sujiwo.
Menurutnya, agenda tahunan tersebut diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat nilai spiritual, kebersamaan, dan kerukunan di Kabupaten Kubu Raya.
Pemkab Data Kegiatan Agama Lain
Pemkab Kubu Raya juga berupaya mendata kegiatan keagamaan dari kelompok agama lain agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan agenda pemerintah daerah.
Sujiwo menyebut, pendataan tersebut mencakup kegiatan Natal bersama serta perayaan keagamaan umat Kristen dan Katolik. Pemerintah daerah berencana membahasnya bersama perwakilan masing-masing agama.
“Kita juga sedang mendata kegiatan agama-agama lain. Nanti kita diskusikan bersama teman-teman dari agama lain, sehingga kegiatan mereka juga bisa menjadi perhatian,” jelasnya.
Langkah ini diharapkan membuka ruang komunikasi antara pemerintah daerah dan berbagai kelompok keagamaan, sehingga kebutuhan kegiatan masyarakat dapat dipertimbangkan secara lebih terarah.
Perkuat Kerukunan di Tengah Keberagaman
Penetapan kalender kegiatan keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan harmonis di tengah keberagaman masyarakat.
Melalui perencanaan tahunan dan komunikasi dengan perwakilan kelompok agama, Pemkab Kubu Raya berharap kegiatan keagamaan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberi ruang bagi masyarakat untuk menjalankan tradisinya.
Pemerintah daerah juga diharapkan dapat menyusun dukungan sesuai kemampuan anggaran serta hasil pendataan kebutuhan masing-masing kegiatan.
Dengan langkah tersebut, kalender keagamaan Kubu Raya diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama.
