Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Pertanian Modern di Ketapang, Politap Gunakan IoT untuk Pantau Tanaman Melon

✍️ Winda Sari 🕒 02 Oct 2026 👁️ 5x dibaca
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ketapang melaksanakan program Pendampingan Adopsi Smart Farming Berbasis IoT di Yonatan Farm
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Ketapang melaksanakan program Pendampingan Adopsi Smart Farming Berbasis IoT di Yonatan Farm Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Politeknik Negeri Ketapang (Politap) mendorong penerapan pertanian cerdas (smart farming) melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) pada budidaya melon di Yonata Farm, Kabupaten Ketapang.

Teknologi tersebut diterapkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan tim Politap bersama Yonata Farm pada Rabu (30/9).

Kegiatan dipimpin Darmanto selaku ketua tim PKM dengan Walyono, pemilik Yonata Farm, sebagai mitra.

Dalam kegiatan tersebut, tim Politap menerapkan sistem IoT untuk membantu memantau pH air dan kandungan nutrisi pada larutan yang digunakan dalam budidaya melon di greenhouse.

Darmanto menjelaskan, penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu petani memperoleh informasi mengenai kondisi air dan nutrisi secara lebih cepat dan terukur.

“Teknologi yang kami terapkan dirancang untuk membantu petani memperoleh informasi mengenai kondisi pH air dan nutrisi secara lebih cepat dan terukur. Dengan adanya data tersebut, pengelolaan nutrisi tanaman dapat dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” jelas Darmanto.

Menurutnya, pemantauan pH dan nutrisi menjadi bagian penting dalam budidaya melon karena berkaitan dengan ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.

Dengan dukungan IoT, data hasil pengukuran dapat dipantau secara lebih praktis sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan tindakan budidaya.

Sistem tersebut mengintegrasikan sensor dengan perangkat pemantauan untuk memperoleh data kondisi larutan nutrisi. Penerapan ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pengukuran manual sekaligus menghasilkan data pemantauan yang lebih konsisten.

Darmanto mengatakan penerapan smart farming juga menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi agar hasil pengembangan teknologi dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Teknologi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi diimplementasikan pada lingkungan budidaya yang sebenarnya,” katanya.

Pemilik Yonata Farm, Walyono, menyambut baik penerapan teknologi IoT tersebut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi memberikan pendekatan baru dalam pengelolaan budidaya melon, khususnya untuk memantau kondisi air dan nutrisi tanaman.

Kolaborasi Politap dan Yonata Farm diharapkan dapat menjadi contoh pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Ketapang.

Ke depan, sistem tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi akurasi pengukuran, pemantauan data maupun integrasinya dengan sistem pengelolaan budidaya.

Melalui penerapan IoT, Politap mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung transformasi digital dan pengembangan pertanian modern di Kabupaten Ketapang serta Kalimantan Barat.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update