PT KAN Sanggau Didesak Buka Data Pemasok Tanah Timbunan Proyek
Transparansi mengenai sumber material pembangunan menjadi salah satu persoalan yang kini disorot dalam aktivitas proyek PT Kalimantan Alumina Nusantara (PT KAN) di Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.
KalbarBagus.com – Transparansi mengenai sumber material pembangunan menjadi salah satu persoalan yang kini disorot dalam aktivitas proyek PT Kalimantan Alumina Nusantara (PT KAN) di Desa Sansat, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau.
Proyek pemurnian bauksit tersebut dibangun sebagai bagian dari pengembangan industri alumina di Kalimantan Barat. PT KAN tercatat sebagai perusahaan yang mengembangkan fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina di Sanggau.
Namun, aktivitas pengadaan material timbunan di sekitar kawasan proyek memunculkan pertanyaan.
Sejumlah titik penggalian tanah urug disebut berada di sisi selatan dan utara kawasan industri. Penggalian tersebut disebut menggunakan alat berat.
Yang menjadi persoalan adalah belum terbukanya informasi mengenai asal material tersebut.
Jika material diperoleh melalui pemasok eksternal, maka identitas perusahaan atau pihak pemasok seharusnya dapat diketahui. Begitu pula dengan lokasi galian, volume material yang dikirim serta dokumen perizinannya.
Keterbukaan informasi tersebut penting untuk memastikan seluruh kebutuhan pembangunan diperoleh melalui jalur yang sesuai ketentuan.
Sementara itu, manajemen PT KAN disebut belum memberikan penjelasan terkait asal-usul material timbunan yang menjadi sorotan.
Pertanyaan lain juga muncul terkait tenaga kerja asing.
Informasi lapangan menyebut hampir 100 TKA China berada di kawasan proyek. Sementara data yang dikutip dari Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau mencatat 25 izin tinggal terbatas aktif.
Dua persoalan tersebut, yakni material timbunan dan data TKA, dinilai perlu diperiksa secara terpisah dan objektif oleh instansi berwenang.
