Rumah Hakka Tulou Kubu Raya Didorong Jadi Destinasi Wisata Budaya
kalbar24.com – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mendorong Rumah Hakka atau Tulou di Jalan Supadio, Sungai Raya, dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya, religi, dan edukasi.
Rencana tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi Pemkab Kubu Raya dengan Perkumpulan Hakka Kalbar. Pengembangan kawasan tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga infrastruktur dan fasilitas pendukung di sekitarnya.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, keberadaan Rumah Hakka menjadi salah satu potensi wisata yang dimiliki daerah. Bangunan tradisional masyarakat Hakka atau Khek itu dinilai memiliki nilai budaya sekaligus daya tarik arsitektur.
“Pertama, kita bersyukur Kubu Raya mempunyai bangunan budaya yang memiliki nilai budaya, nilai religi, dan nilai edukasi. Bangunan ini sangat ikonik, unik, megah, dan menjadi potensi yang luar biasa,” kata Sujiwo saat meninjau kawasan Tulou, Selasa (6/10).
Menurutnya, pengelolaan secara terencana diperlukan agar Rumah Hakka tidak hanya menjadi bangunan bersejarah, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Ini akan kita kerja samakan supaya nanti bisa menjadi salah satu tujuan wisata atau destinasi. Bisa wisata religi, wisata edukasi, wisata budaya, semuanya ada di sini,” ujarnya.
Sujiwo menambahkan, akses menuju kawasan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah. Kondisi jalan di sekitar Tulou akan mendapat perhatian agar mobilitas masyarakat maupun wisatawan lebih nyaman.
Pemkab Kubu Raya juga berencana memasang penerangan jalan umum (PJU) di kawasan tersebut mulai Oktober 2026.
“Insyaallah bulan ini PJU sudah akan kita pasang. Karena dengan adanya PJU, kita bisa menekan kriminalitas, menekan kecelakaan lalu lintas, dan meningkatkan stabilitas keamanan,” jelasnya.
Selain infrastruktur, penataan lingkungan juga akan dilakukan melalui pembahasan bersama yayasan dan Perkumpulan Hakka. Penataan taman, kebersihan, hingga pengelolaan sampah menjadi bagian yang akan diperhatikan.
Sujiwo melihat kawasan Tulou memiliki peluang untuk dikemas menjadi ruang publik dengan daya tarik yang lebih luas. Konsep tersebut dapat menggabungkan unsur sejarah, budaya, edukasi, sekaligus aktivitas masyarakat.
“Kalau ini kita kemas, kita branding, kita kelola secara baik, nilai jualnya luar biasa,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Kubu Raya juga membuka peluang menghadirkan fasilitas tambahan di kawasan Tulou. Di antaranya area kuliner, jalur joging hingga kegiatan car free day.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik Rumah Hakka sekaligus membuka ruang bagi aktivitas masyarakat dan potensi ekonomi di sekitar kawasan.
