Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Terpapar Asbes Saat Bekerja, Puluhan Mantan Pekerja Karawang Kini Hadapi Dugaan Penyakit Paru

✍️ Budi Santoso 🕒 28 Sep 2026 👁️ 10x dibaca
Mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes.
Mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes. Foto: Istimewa

Risiko kesehatan akibat paparan asbes kembali menjadi perhatian setelah 36 mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 10 orang ditemukan mengalami asbestosis dan lima orang mengalami silikosis.

KalbarBagus.com — Risiko kesehatan akibat paparan asbes kembali menjadi perhatian setelah 36 mantan pekerja industri pengolahan bahan baku asbes menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah tersebut, 10 orang ditemukan mengalami asbestosis dan lima orang mengalami silikosis.

Temuan itu berkaitan dengan laporan dugaan Penyakit Akibat Kerja yang disampaikan belasan mantan pekerja kepada UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Karawang, Senin (28/9/2026).

Kuasa hukum dari LBH LION, Subono, S.H., mengatakan para mantan pekerja membutuhkan kepastian atas penyakit yang mereka alami. “Kami ingin negara memberikan perlindungan kepada warganya. Kami ingin penyakit yang dialami teman-teman mantan pekerja asbes ini ditetapkan sebagai penyakit akibat kerja, sehingga mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan dan manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja yang menjadi hak mereka,” ujarnya.

Para pekerja juga telah melakukan pelaporan kepada BPJS Ketenagakerjaan Cabang Karawang pada 21 September 2026. Pelaporan dilakukan untuk memperoleh pengakuan serta perlindungan atas penyakit yang diduga berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya.

Agung, salah seorang mantan pekerja, mengatakan dirinya tidak mengetahui bahaya paparan asbes saat masih bekerja. “Pada saat bekerja kami tidak tahu bahwa asbestos berbahaya. Setiap tahun perusahaan melakukan pemeriksaan medical check-up, namun kami tidak pernah diberitahukan hasilnya, sehingga kami merasa aman-aman saja,” katanya.

Dr. Anna Suraya menjelaskan bahwa penyakit akibat paparan asbes memiliki karakteristik masa laten yang panjang. “Penyakit terkait asbes dapat memiliki masa laten selama puluhan tahun. Penyakit paru akibat asbes menunjukkan bahwa interval antara pajanan dan munculnya penyakit dapat mencapai lebih dari 10 tahun sejak paparan pertama,” ujarnya.

Selain 15 pekerja yang telah ditemukan mengalami asbestosis dan silikosis, sebanyak 21 orang masih memerlukan pemeriksaan lanjutan. Kondisi tersebut membuat penelusuran riwayat paparan menjadi bagian penting dalam pemeriksaan medis.

Kasus ini juga menyoroti persoalan perlindungan pekerja setelah hubungan kerja berakhir, terutama untuk penyakit yang dapat baru diketahui bertahun-tahun setelah paparan terjadi.

BS
Budi SantosoPemimpin Redaksi
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update