Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Tragedi Karhutla di Rohil: Lansia 60 Tahun Meninggal Usai Dirawat Akibat Luka Bakar

✍️ Rian Haryanto 🕒 15 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Pria 60 tahun di Samarinda alami luka bakar akibat kebakaran lahan dan meninggal dunia.
Pria 60 tahun di Samarinda alami luka bakar akibat kebakaran lahan dan meninggal dunia. Foto: istimewa

ROKAN HILIR — Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali memakan korban jiwa di wilayah Provinsi Riau. Seorang pria paruh baya berusia 60 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis intensif akibat menderita luka bakar yang sangat parah saat berusaha memadamkan kobaran api yang melahap lahan.

Korban yang diidentifikasi bernama Jumadi, warga Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) DR RM Pratomo Bagansiapiapi. Berdasarkan keterangan medis, korban mengalami luka bakar hebat yang membakar hampir seluruh area permukaannya, mencapai tingkat keparahan hingga 80 persen.

Tragedi naas ini berawal ketika kobaran api karhutla membumbung tinggi dan meluas cepat di area lahan tempat korban beraktivitas. Berdasarkan data yang dihimpun, api menyebar dengan sangat cepat akibat dorongan angin kencang serta kondisi vegetasi semak belukar yang mengering akibat cuaca panas terik.

Kronologi Kejadian di Lapangan

Peristiwa memilukan tersebut bermula ketika titik api pertama kali terdeteksi muncul di kawasan lahan perkebunan masyarakat. Melihat kobaran api yang mulai membesar dan mengancam area sekitar, korban bersama beberapa warga setempat secara spontan berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan alat seadanya.

Namun, keterbatasan peralatan serta minimnya pasokan air di lokasi kejadian membuat upaya pemadaman berlangsung sangat berat. Arah angin yang mendadak berubah secara drastis memicu lidah api berbalik menyambar ke posisi korban berdiri. Dalam hitungan detik, api menyelimuti tubuh korban sebelum akhirnya warga yang berada di sekitar lokasi berhasil memberikan pertolongan dan mengevakuasinya keluar dari kepungan asap tebal dan kobaran api.

Usai dievakuasi dari lokasi kebakaran, korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD DR RM Pratomo Bagansiapiapi guna mendapatkan penanganan medis yang lebih spesifik dan intensif.

Pernyataan Resmi Kepolisian

Pihak kepolisian setempat mengonfirmasi adanya insiden maut yang dipicu oleh kebakaran hutan dan lahan tersebut. Petugas kepolisian telah turun langsung ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan barang bukti guna menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api.

Kapolres Rokan Hilir menegaskan bahwa penanganan insiden karhutla yang merenggut nyawa warga ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Petugas hingga saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah ada unsur kelalaian atau kesengajaan dalam peristiwa pembakaran lahan tersebut.

Saat dikonfirmasi mengenai kronologi dan penanganan korban, pejabat kepolisian setempat memberikan pernyataan resminya terkait kondisi korban selama dalam penanganan medis hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

(Catatan: Kalimat langsung di bawah ini dipertahankan secara utuh sesuai dengan kutipan narasumber)

"Korban sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat luka bakar parah yang dialaminya saat mencoba memadamkan api," ujar Kapolres Rokan Hilir dalam keterangannya kepada awak media.

Lebih lanjut, pihak kepolisian memaparkan bahwa kondisi fisik korban terus menurun sejak pertama kali masuk ke ruang perawatan akibat dampak penyerapan panas dan trauma fisik yang dialami organ tubuhnya.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun, karena dampaknya sangat membahayakan keselamatan jiwa dan lingkungan," tegas pihak kepolisian menambahkan.

Dampak Sistemik Karhutla dan Imbauan Masyarakat

Meninggalnya korban menjadi alarm keras bagi seluruh pihak mengenai bahaya nyata dari bencana kebakaran hutan dan lahan. Selain memicu kerusakan ekosistem dan polusi asap yang mengganggu kesehatan respirasi masyarakat luas, karhutla terbukti menjadi ancaman fatal bagi keselamatan jiwa manusia.

Upaya pencegahan karhutla di wilayah Rokan Hilir terus diperketat oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta relawan masyarakat peduli api. Patroli rutin di kawasan rawan bencana kebakaran kian ditingkatkan, terutama pada titik-titik yang memiliki potensi kerawanan tinggi akibat struktur tanah gambut yang mudah terbakar.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kembali mengingatkan masyarakat pemilih lahan dan petani agar menghentikan praktik membuka lahan dengan cara dibakar (slash and burn). Metode pembukaan lahan dengan cara membakar kerap kali tidak terkendali saat angin kencang berembus, sehingga berpotensi meluas menjadi bencana nasional yang merugikan aspek sosial, ekonomi, hingga memakan korban jiwa.

Jenazah korban kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat. Suasana duka mendalam menyelimuti kediaman almarhum yang dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai sosok yang rajin dan pekerja keras. Keluarga menyatakan kepasrahannya atas musibah yang menimpa almarhum, sementara aparat kepolisian terus melanjutkan proses verifikasi dan penyelidikan terkait asal-usul timbulnya api di lokasi kejadian.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update