Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Ekonomi
Ekonomi

UMKM Binaan BI Kalbar Raup Rp113,51 Juta di ISEF 2026, Pesanan Taiwan Tembus 50 Kg

✍️ Winda Sari 🕒 21 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mencatat penjualan Rp113,51 juta selama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 di Jakarta, 14–18 Oktober.
Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mencatat penjualan Rp113,51 juta selama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 di Jakarta, 14–18 Oktober. Foto: istimewa

kalbarbagus.com – Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mencatat penjualan Rp113,51 juta selama Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 tahun 2026 di Jakarta, 14–18 Oktober.

Capaian tersebut tidak hanya berasal dari transaksi selama pameran, tetapi juga membuka peluang penjualan lanjutan bagi produk unggulan daerah. Salah satunya, Ong Birdnest, yang memperoleh pesanan tambahan sebanyak 50 kilogram produk dari pembeli asal Taiwan.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Barat Doni Septadijaya mengatakan keikutsertaan UMKM daerah dalam ajang tersebut turut memperluas promosi produk lokal dan membuka kesempatan transaksi lanjutan.

“Partisipasi UMKM Kalbar tersebut juga membuka peluang transaksi lanjutan bagi pelaku usaha daerah, sekaligus memperluas promosi produk unggulan Kalimantan Barat di pasar yang lebih luas,” kata Doni di Pontianak, Selasa.

Ong Birdnest juga mendapat apresiasi sebagai tenant dengan penjualan tertinggi pada kategori makanan dan minuman olahan kemasan. Prestasi tersebut menunjukkan peluang produk lokal untuk bersaing dalam pameran ekonomi dan industri halal.

Selain itu, UMKM Alfkhanza Herbal menerima pesanan dari pembeli lokal berupa 20 kilogram bawang dayak dan 20 kilogram kayu bajakah. Pesanan tersebut menjadi peluang untuk memperluas pemasaran produk herbal khas Kalimantan Barat.

Wakil Kalbar Juara Kompetisi Chef Halal Internasional

Selain capaian penjualan, Kalimantan Barat menorehkan prestasi dalam International Halal Chef Competition (IN2HCC). Dua perwakilan daerah berhasil meraih juara pertama pada kategori berbeda.

Eko Hendrawan menjadi pemenang kategori profesional, sedangkan Elpidius Ricky meraih posisi pertama pada kategori vokasi.

Di sektor fesyen, Kalimantan Barat turut memperkenalkan kekayaan wastra daerah melalui peragaan busana dan tenun Sidan khas Kabupaten Kapuas Hulu.

Sejumlah pelaku fesyen daerah juga ambil bagian dalam IN2MOTIONFEST x JMFW 2026. Mereka antara lain Jazila by BornNeo, Susiana by Uchie Machran, serta Special Parade Dewan IKRA by Wignyo Rahadi.

Partisipasi tersebut menjadi sarana promosi produk kreatif Kalimantan Barat sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerah kepada pasar yang lebih luas.

ISEF 2026 Catat Transaksi Triliunan Rupiah

Secara nasional, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar. Kegiatan ini juga menghasilkan business matching pembiayaan dan perdagangan syariah senilai Rp3,16 triliun, serta komitmen kerja sama pasar uang dan valuta asing syariah sebesar Rp6,05 triliun.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Solikin M. Juhro saat menutup kegiatan di Jakarta, Minggu (18/10/2026), mengatakan capaian tersebut diharapkan memberikan manfaat nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah perlu menghubungkan pembiayaan dengan aktivitas produktif sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

ISEF tahun ini mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”.

Ajang tersebut melibatkan lebih dari 1.000 pelaku industri halal dan dikunjungi sekitar 93 ribu orang. Jangkauan publikasi melalui media massa dan media sosial dilaporkan mencapai 26,5 juta orang.

Bagi Kalimantan Barat, capaian penjualan dan pesanan lanjutan dari ISEF 2026 menjadi peluang untuk memperkuat pemasaran UMKM, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing produk lokal dalam ekosistem ekonomi syariah.

WS
Winda SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update