Rabu, 28 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Wagub Kalbar Krisantus Minta Santri Kuasai Teknologi dan Bahasa Asing demi Hadapi Zaman

✍️ Rian Haryanto 🕒 13 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Wagub Kalbar Krisantus
Wagub Kalbar Krisantus Foto: pontianak.suarakalbar.co.id

PONTIANAK — Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Wagub Kalbar) Krisantus Kurniawan menegaskan pentingnya transformasi kapasitas para santri di era modernisasi. Ia mendorong seluruh santri di wilayah Kalimantan Barat agar tidak hanya fokus mendalami ilmu-ilmu keagamaan, tetapi juga secara aktif menguasai ilmu pengetahuan, teknologi (IPTEK), serta bahasa asing. Langkah ini dinilai sangat krusial agar para lulusan pondok pesantren mampu tampil kompetitif dan menjawab berbagai tantangan global yang semakin kompleks.

Pernyataan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri acara peringatan Hari Santri Nasional yang dirangkaikan dengan silaturahmi bersama jajaran pengasuh dan santri di wilayah Kalimantan Barat. Menurutnya, perkembangan zaman yang dipicu oleh pesatnya digitalisasi menuntut instrumen pendidikan Islam seperti pesantren untuk terus bertransformasi tanpa kehilangan keandalan dalam membina moral generasi muda.

Penguatan Kapasitas Digital dan Kemampuan Bahasa Dunia

Dalam era persaingan global yang tanpa batas, Wagub Kalbar menilai bahwa penguasaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan kebutuhan mutlak bagi generasi muda, termasuk para santri. Penguasaan IPTEK akan menjadi alat ampuh bagi santri untuk menyebarkan syiar Islam yang menyejukkan sekaligus berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan nasional di berbagai sektor strategis.

Selain aspek teknologi, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional seperti bahasa Inggris dan bahasa Arab juga menjadi sorotan utama. Krisantus menggarisbawahi bahwa dengan menguasai bahasa asing, para santri memiliki wawasan yang lebih luas serta mampu berinteraksi dalam kancah internasional secara percaya diri.

Ia menekankan bahwa perpaduan antara kedalaman ilmu agama, penguasaan teknologi mutakhir, dan kemahiran berbahasa asing akan menjadikan santri sebagai sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, serta berdaya saing tinggi.

"Para santri hari ini tidak boleh gagap teknologi. Selain memperdalam ilmu agama sebagai fondasi moral dan etika, santri juga harus mampu menguasai sains, teknologi, dan bahasa asing. Dunia terus bergerak cepat, dan santri harus mengambil peran strategis di dalamnya," tegas Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan.

Menjaga Keseimbangan Antara Integritas Moral dan Kemajuan Zaman

Lebih lanjut, Krisantus menjelaskan bahwa dorongan untuk menguasai teknologi dan bahasa asing tidak berarti mengurangi bobot pendidikan karakter dan agama yang selama ini menjadi keunggulan utama pesantren. Sebaliknya, pengetahuan agama yang kuat justru harus menjadi benteng moral agar pemanfaatan teknologi tetap berada di jalur yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ia mengingatkan bahwa tantangan era digital tidak hanya membawa peluang, tetapi juga risiko berupa maraknya disinformasi, dekadensi moral, dan budaya serba instan. Oleh sebab itu, nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang ditanamkan di pesantren dipandang sebagai tameng utama bagi para santri agar tidak tergerus oleh sisi negatif kemajuan zaman.

"Ilmu agama adalah benteng utama. Namun jika tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan umum dan keterampilan teknologi, kita akan tertinggal. Santri harus menjadi sosok yang seimbang: memiliki akhlakul karimah sekaligus kecerdasan intelektual dan keterampilan abad ke-21," tambahnya.

Komitmen Pemerintah Daerah dalam Mendukung Pendidikan Pesantren

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan serta modernisasi lembaga pendidikan pesantren di daerah. Dukungan ini diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis yang bertujuan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, akses internet, hingga program pelatihan keterampilan digital bagi para pengajar dan santri.

Menurut Krisantus, sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pondok pesantren, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkemajuan. Dengan kolaborasi yang solid, pesantren di Kalimantan Barat diyakini mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia sekaligus menguasai berbagai bidang keahlian profesional.

Pemerintah Daerah berharap keberadaan pondok pesantren tidak hanya dipandang sebagai lembaga pendidikan tradisional, melainkan juga sebagai pusat pencetak calon-calon pemimpin masa depan yang memiliki visi luas, berjiwa wirausaha, serta menguasai sains dan teknologi.

"Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat komitmen untuk terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren. Kita ingin melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul secara spiritual, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi dan pembangunan daerah di masa depan," ujar Krisantus.

Harapan Besar untuk Generasi Santri Masa Depan

Mengakhiri arahannya, Wagub Kalbar berpesan kepada seluruh santri agar selalu menjaga semangat belajar yang tinggi dan tidak pernah berhenti untuk berinovasi. Ia optimistis bahwa dengan semangat pantang menyerah serta pembekalan keterampilan yang memadai, para santri dari Kalimantan Barat dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa Indonesia di panggung dunia.

Melalui dorongan ini, diharapkan seluruh pondok pesantren di Kalimantan Barat dapat terus berbenah, memperbarui kurikulum secara adaptif, serta menyediakan ruang bagi para santri untuk mengeksplorasi potensi diri di bidang teknologi dan bahasa asing tanpa mengesampingkan nilai-nilai luhur pesantren.

RH
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update